Tanjung Pallette Sebagai Kawasan Destinasi Wisata

0
51

Tempat tujuan atau daerah tujuan wisata disebut Destinasi Wisata. Jadi destinasi wisata merupakan suatu kawasan yang dipilih oleh seseorang,ia dapat tinggal dalam waktu tertentu.

Daerah Tujuan Wisata merupakan tempat di mana segala kegiatan pariwisata bisa dilakukan dengan tersedianya segala fasilitas dan atraksi wisata untuk wisatawan.

Daerah Tujuan Wisata sekurang-kurangnya memenuhi kriteria, diantaranya mempunyai Objek dan daya tarik wisata, Prasarana Wisata, Sarana wisata, Tata laksana/insfrastruktur, Masyarakat/Lingkungan

Dengan kata lain dikatakan sebagai daerah tujuan wisata, yaitu di daerah itu ada yang bisa dilihat, ada yang bisa dilakukan, ada sesuatu yang bisa dibeli, ada sesuatu yang dinikmati, dan ada sesuatu yang berkesan.

Salah satu destinasi wisata yang bisa menjadi tujuan wisata di Kabupaten Bone adalah Tanjung Pallette. Di Kawasan ini terdapat beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi diantaranya Mattiro Tasi, Iporennu, dan Tanjung Pallette yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bone.

Khusus Tanjung Pallette telah dilengkapi berbagai sarana dan prasarana termasuk penginapan/villa bagi mereka yang ingin bermalam atau tinggal beberapa hari.

Untuk diketahui, Kabupaten Bone sebagai salah satu daerah yang berada di pesisir timur Sulawesi Selatan memiliki panjang pantai 130,45 km yang berbatasan langsung dengan Teluk Bone.

Salah satu potensi wisata yang berada di pesisir pantai Bone adalah kawasan wisata Tanjung Pallette. Tanjung Pallette terletak di kelurahan Pallette, kecamatan Tanete Riattang Timur, 12 km dari kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Tanjung yang berhadapan langsung dengan teluk Bone tersebut, telah tertata rapi dilengkapi dengan panorama alam yang memukau. Tak seperti pantai pada umumnya yang menawarkan keindahan pasir putih. Namun tempat wisata ini memiliki khas tersendiri.

Tumbuhan rindang di atas bukit karang serta tebing yang dihiasi akar pohon, memberikan suatu nuansa yang berbeda. Pemandangan desiran ombak yang menghantam bukit karang yang terjal, seakan menghilangkan rasa penat Anda setelah beraktivitas selama satu pekan.

Selain itu, Anda juga bisa menikmati aktivitas nelayan, petani rumput laut bahkan dari tempat ini Anda bisa melihat dari jauh Pelabuhan Bajoe yang panjangnya 3 (tiga) km menjorok ke laut.

Kawasan wisata ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, antara lain wahana water park, dermaga, kolam renang, penginapan, area memancing dan rumah makan. Kolam renang yang berukuran cukup luas terletak atas bukit dengan pemandangan langsung mengarah ke laut. Anda bisa berenang atau bermain air sepuasnya sambil menikmati pemandangan laut yang ada di depan.

Ada pula dermaga dan gazebo yang memungkinkan Anda untuk sekadar duduk menikmati pemandangan bukit karang dan hembusan angin laut. Untuk menuju dermaga Anda hanya perlu menuruni tangga batu setinggi kira-kira lima meter.

Sementara gazebo terletak di atas bukit, menyaksikan matahari yang terbenam, sungguh pemandangan yang luar biasa. Tempat ini selalu ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

Bagi Anda yang ingin menginap, kawasan wisata Tanjung Palette dilengkapi dengan penginapan sehingga Anda bisa menikmati pemandangan alam sekitar seharian penuh, sejak matahari terbit hingga terbenam.

Dibalik keindahan pemandangan yang dimilikinya, menurut cerita rakyat yang turun temurun, Tanjung Palette Bone sejatinya adalah tempat mallabu tau atau to riladung, yang dalam bahasa Bugis berarti tempat menenggelamkan orang.

Pada masa kerajaan Bone, 3 km dari Tanjung Palette ini menjadi lokasi untuk menenggelamkan orang-orang yang melakukan pelanggaran yang berat yaitu melakukan perselingkuhan. Mereka yang telah berkeluarga namun berselingkuh akan diikat bersama lalu dibuang di sana.

Perjalanan ke tempat wisata di Bone ini sekitar 20 menit dari kota Watampone. Sepanjang jalan Anda bisa menikmati aktivitas masyarakat dan juga hamparan sawah para penduduk. Dari Makassar, Tanjung Palette dapat ditempuh sekitar 5-6 jam dengan menggunakan kendaraan pribadi.

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here