HP Lebih Berharga dari Tamu

0
18

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini menunjukkan kesusksesan budaya masa kini yang mampu menggelindingkan naas maupun hikmah. Naas datang ketika mendatangkan celaka, sial, dan malang. Sedangkan Hikmah itu sendiri ketika hadir sesuatu yang berguna dan bermamfaat apalagi jika hikmah itu datangnya dari Allah SWT.

Berbagai produk budaya masa kini di bidang TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) seperti halnya “Telepon Kabel” yang sempat menduduki takhta sekian lama, kini tergantikan posisinya dengan hadirnya (Pattola Palallo) yang disebut Telepon Selular yang bisa dibawa ke mana-mana. Telepon Selular ini biasa orang menyebutnya Hp (iyarega) Handphone. Maklum telepon kabel tidak bisa dibawa ke mana-mana

Kini ponsel (iyarega) telepon selular jauh lebih ramping dan tipis, lagi mungil. Teknologi yang digunakan sudah memasuki generasi keempat (4G). Teknologi yang menawarkan pendekatan yang menggabungkan teknologi nirkabel, wireless, LAN, Bluetooth, dll.

Namun perlu disadari, sesungguhnya produk teknologi di atas adalah hikmah dan berkah yang diturunkan Allah SWT kepada kalian semua. Seluruh produk yang diciptakan manusia ilmunya datangnya dari Allah bukanlah dari Hantu Ngawur bin Setan binti iblis penghuni van neraka jahanam.

Lanjut, Telepon Kabel adalah alat komunikasi yang hanya dapat digunakan untuk menyampaikan pesan suara terutama pesan yang berbentuk percakapan. Dengan hadirnya generasinya yaitu ponsel selain percakapan suara tetapi juga bisa mengirim gambar, dan kata-kata cinta kepada si Dia. Bukan hanya itu tapi bisa juga akses internet, facebook, twitter, dan medsos lainnya. Hebat kan?

  1. Tapi sayang sejuta sayang, ketika terjadi hal-hal berikut ini :
    Ketika seorang anak sedang asyiknya tonjok-tinjik dengan Hp tiba-tiba disuruh oleh orang tuanya untuk sesuatu hal kemudian sang anak mengatakan Tunggu Dulu Mak!!! berikut jawabnya tetap sama Tungggggu Maaak!!! … selanjutnya dengan nada tinggi Tunggu Mak!
  2. Tamu itu adalah raja, tentu tuan rumah wajib melayani tamu dengan baik dan sopan santun. Awalnya tuan rumah melayani bicara dengan tamunya, tiba-tiba hp tuan rumah mendesis pertanda ada tamu online yang harus dilayani. Entah tamu FB, twitter, dan tuan rumahpun asyik melayani tamu onlinenya itu dengan menjawab chat-chat yang masuk. Tak lama kemudian mungkin karena capek menunggu, sang tamu minta permisi dengan rasa kesal. Mereka pergi dengan menggerutu “HP lebih Berharga dari Tamu”

Ini hanya segelintir contoh dari seratus fenomena, silakan pembaca menambahnya.

Komentar yang Sopan

Please enter your comment!
Please enter your name here