Pentingnya Digitalisasi Kekayaan Budaya

0
4

Secara umum, kebudayaan merupakan hasil karya cipta manusia dalam usaha menjalani kehidupannya. Kebudayaan itu lahir sejalan dengan perkembangan suatu peradaban. Meskipun kebudayaan tidak dapat tergerus masa akan tetapi nilai-nilai budaya dari suatu masa peradaban bisa punah jika tidak dilestarikan.

Kebudayaan adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin atau akal budi manusia seperti kepercayaan, kesenian, material, dan adat istiadat. Dari kebudayaan yang dihasilkan, dapat diketahui tingkat peradaban suatu kelompok masyarakat tertentu. Oleh karena itu, kebudayaan merupakan sesuatu yang sangat berharga.

Di era modern, banyak kelompok masyarakat yang mulai melupakan kebudayaan asli mereka. Karya leluhurnya mulai dilupakan yang disebabkan oleh Kurangnya tingkat kesadaran dan adanya intervensi kebudayaan luar tanpa kendali. Kurangnya tingkat kesadaran budaya sekarang ini tentu menjadi penyebab yang tidak dapat diremehkan.

Sebagian masyarakat modern menganggap budaya leluhur merupakan sesuatu yang kuno, ketinggalan zaman, serta kolot. Sudah barang tentu anggapan yang demikian itu tidak tepat. Kebudayaan asli leluhur mengandung nilai falsafah yang tinggi,sarat makna, dan corak khas yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lainnya.

Intervensi kebudayaan luar juga merupakan penyebab mulai dilupakannya kebudayaan asli . Era globalisasi saat ini memberi peluang masuknya kebudayaan dari luar. Memang tidak ada yang salah dengan ini, karena manusia ingin selalu berkembang.

Tetapi, masalah muncul ketika sebagian masyarakat lebih menjunjung tinggi kebudayaan yang datang dari luar yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dari pada kebudayaan asli leluhur mereka sendiri. Para leluhur tidak menginginkan hal ini terus terjadi.

Yang menjadi masalah sekarang adalah bagaimana kebudayaan leluhur Indonesia tersebut dilestarikan. Tentu diperlukan usaha yang efektif dan menyeluruh untuk melestarikannya. Banyak usaha telah dilakukan oleh sebagian pemerhati atau masyarakat yang peduli kebudayaan. Tentunya kerja keras mereka patut diberi penghargaan, karena bukan hal yang mudah melestarikan kebudayaan.

Teknologi sekarang ini dapat dijadikan tonggak pelestarian kebudayaan asli Indonesia. Teknologi canggih sekarang ini dapat dimanfaatkan untuk melestarikan kebudayaan asli Indonesia.

Dengan adanya komputer yang sekarang semakin canggih dapat dilakukan inventarisasi dan digitalisasi kekayaan budaya leluhur. Penggunaan teknologi setidaknya dapat menolong upaya pelestarian budaya leluhur.

Inventarisasi merupakan pencatatan atau pengumpulan data tentang kegiatan, hasil yang dicapai, pendapat umum, persuratkabaran, kebudayaan, dan sebagainya. Oleh karena itu, inventarisasi kebudayaan juga dapat dijadikan media pelestarian dan promosi kebudayaan guna mengurangi risiko pencaplokan ataupun pengklaiman budaya Indonesia oleh pihak luar/asing.

Sedangkan digitalisasi adalah proses penggunaan sistem digital atau elektronik. Dengan adanya digitalisasi, kebudayaan dapat dialihmediakan ke dalam media digital sehingga dapat disebarluaskan dengan mudah sebagai sarana promosi untuk menarik wisatawan.

Proses penyebarluasan dapat dilakukan dengan mudah melaui Website/internet yang sekarang semakin canggih. Dengan adanya internet,kebudayaan suatu daerah dapat dipromosikan dengan mudah ke seluruh penjuru dunia yang tentunya akan mendatangkan wisatawan.

Dalam Upaya pelestarian kebudayaan, kehadiran teknologi sangat membantu. Guna membantu melestarikan warisan Indonesia secara digital, Google meluncurkan telah menyiapkan platform online bernama Google Arts & Culture, sebagai wadah informasi terkait sejarah serta kekayaan budaya khas Tanah Air Indonesia.

Terobosan ini dilakukan sesuai perkembangan zaman, di mana semua orang di seluruh dunia, telah mencari, bahkan mempelajari segala informasi melalui dunia maya. Itu sebabnya, digitalisasi terhadap warisan budaya Indonesia menjadi sangat penting.

Dengan begitu, kekayaan dan material penting dari kultur Indonesia seperti seni, sejarah, dan peninggalan yang sebelumnya hanya dapat dilihat masyarakat sekitar, bisa diakses secara digital di Google Arts & Culture.

Upaya ini dinilai sangat menjanjikan, karena mampu menggugah rasa keingintahuan seseorang. Misalnya, di museum Lapawawoi dan Museum Arajangnge Kabupaten Bone, disaat-saat tertentu banyak dikunjungi orang dari luar Bone. Ketika ditanya, mereka mengaku tumbuh ketertarikan untuk berkunjung awalnya dari internet.

Sebagai warga negara Indonesia, mengapresiasi sejarah dan ragam budaya khas Tanah Air adalah kewajiban. Jas Merah, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Banyak cara untuk menghargainya, bisa dengan berkunjung ke sarana peninggalan bersejarah, atau menikmatinya secara virtual melalui pemanfaatan teknologi, serta kecepatan akses internet yang ada.

Sebagai warga negara Indonesia, mengapresiasi sejarah dan ragam budaya khas Tanah Air adalah kewajiban. Banyak cara untuk menghargainya, bisa dengan berkunjung ke sarana peninggalan bersejarah, atau menikmatinya secara virtual melalui pemanfaatan teknologi, serta kecepatan akses internet yang ada.

Teknologi internet sekarang ini terbukti dapat membantu orang-orang lebih memahami tentang budaya. Sebagian besar penduduk dunia sudah menggunakan digital tools untuk mengedukasi diri mereka sendiri mengenai budaya.

Di Indonesia sudah ada sekitar 132 juta pengguna internet yang didominasi anak-anak muda, bayangkan bila wadah ini dijadikan sarana edukasi orang tua atau guru, untuk memperkenalkan kekayaan warisan budaya bangsa ini.

Disadari teknologi internet mempunyai pengaruh terhadap eksistensi budaya lokal, apabila dipergunakan dengan baik akan menjadi medium yang menguntungkan utamanya memperkenalkan budaya suatu daerah.

(Mursalim)

Komentar yang Sopan

Please enter your comment!
Please enter your name here