Tata Cara Pernikahan Adat Bugis

0
6

Setiap suku bangsa di dunia tentu memiliki adat kebiasaan atau tradisi yang menjadi ciri khas daerahnya. Demikian pula Bangsa Bugis khususnya suku Bugis Bone. Berikut ini kami akan paparkan secara lengkap tentang kronologis dan tatabahasa yang sering digunakan oleh bangsa bugis dalam melaksanakan hajatan pernikahan tersebut.

  1. MAMMANU’-MANU’ = MAPPESE’-PESE’ = MAPPAU RI BOKO TANGE’ = MABBALAWO CICI = MABBAJA LALENG : Artinya Menjajajki, pendekatan, pembuka jalan, merintis.
  2. LETTU’ = MASSURO = MADDUTA. Artinya Melamar atau menyampaikan lamaran atau meminang yang dilakukan oleh salah seorang atau masing-masing duta dari kedua belah pihak untuk berdialog dan waktu melamar belum melibatkan banyak orang. Biasanya paling banyak 3-5 orang dari masing-masing pihak termasuk kedua duta.

III. MAPPASIAREKENG. Artinya mengukuhkan kembali apa yang telah disepakati oleh kedua duta yang dihadiri oleh sespuh dari masing-masing pihak. dalam pelaksanaannya belum melibatkan banyak orang, yaitu cukup kedua duta bersama sesepuh dari masing-masing pihak. Pada waktu inilah ditentukan pelaksanaan Mappettu Ada yang artinya mengambil keputusan, kapan dilaksanakan acara Mappettu Ada. Setelah sudah ada kesepakatan penentuan waktunya barulah dilaksanakan.

IV.. MAPPETTU ADA. Artinya mengambil keputusan bersama segala sesuatunya yang akan dilaksanakan, termasuk kesepakatan duta terdahulu dan selanjutnya kesepakatan waktu itu mengenai :

  1. SOMPA atau SUNRANG yaitu Mahar atau mas kawin, sebagai hukum syariah.
  2. DOI MENRE’ = BALANCA.Artinya Uang naik, sebagi hukum adat.
  3. LEKO’ atau ALU’ = KALU = ERANG-ERANG = TIWI-TIWI. Artinya bawaan atau seserahan. dalam bahasa Bugis Bone disebut ” Passuro’ atau Mita ” yang diantar sewaktu hari pelaksanaan akad nikah.
  4. ACCATAKENG. Artinya biaya pencatatan pada penghulu.
  5. PAKEANG BOTTING. Artinya busana pengantin yang akan disepakati.
  6. TONANGENNA. Artinya kendaraan yang dibutuhkan dari kedua belah pihak.
  7. Pelaksanaan hari ” H ” seperti :
  8. Mappapenning atau Mappaenre’ Botting. Artinya mengantar calon pengantin laki-laki ke rumah calon pengantin perempuan untuk melaksanakan akad nikah.
  9. Akkalabinengenna. Artinya akad nikah
  10. Mapparola. Artinya  sesudah akad nikah, pengantin perempuan bersama pengantin laki-laki diantar kerumah pengantin laki-laki.
  11. Aggaukeng. Artinya pelaksanaan pesta atau resepsi dari kedua belah pihak.
  12. Kegiatan selanjutnya dari masing-masing pihak sesuai kemampuan misalnya :
  13. MASSARAPO=MABBARUGA. Artinya tempat pelaksanaan pesta disiapkan.
  14. MAPPALETTU’ SELLENG = MATTAMPA. Artinya menyampaikan undangan kepada handai tolan dan kerabat lainnya.
  15. Kedua calon pengantin sangat dibatasi lingkup geraknya demi menghindari hal-hal yang tidak diharapkan. dalam istilah bahasa Bugis Bone disebut ” RAPO-RAPONNA’
  16. Khusus calon penganti perempuan disebut ” RIPALLEKKE “atau ” RIPASSOBBU”. Artinya ” dipingit’ ditempatkan pada suatu kamar khusus. nanti muncul setelah 5 atau 3 hari sebelum akad nikah.
  17. Selama dipingit sampai hari pelaksanaan nikah, banyak acara ritual yang masing-masing punya makna atau simbol, dalam bahasa Arab disebut TAFAUL dan dalam bahasa Bugis disebut SENNU-SENNUANG atau SENNU-SENNURENG. antara lain :
  18. Mabbedda’ Bolong. Artinya memakai bedak hitam dari beras yang sudah disangrai atau digoreng sampai hangus tanpa minyak yang ditumbuk bersama bangle sampai halus. Untuk pemakainannya dicampur dengar jeruk nipis, baru dioleskan kebagian anggota tubuh utamanya wajah, lengan, kaki, dan lainnya, dibiarkan sampai kering dan lengket betul. Hal ini persiapan untuk mandi sebagai “Lulur”.
  19. Ripasau. Artinya mandi uap.
  20. Cemme Passili. artinya mandi tolak bala (cemme tula’ bala).
  21. Macceko. Artinya membuka atau mencukur bulu-bulu halus pada bagian tertentu, untuk memuluskan kulit utamanya wajah sebelum acara Tudang Penni artinya Malam Pacar.
  22. Tudang Penni atau malam Pacar pada umumnya dilaksanakan seperti : khatam Al-Quran, Barzanji, Mappacci dan kegiatan lainnya sampai pagi. Kegiatan ini persiapan untuk menunggu calon pengantin pria dalam pelaksanaan akad nikah esok harinya.
  23. Pelaksanaan akad nikah dalam bahasa Bugis “Akkalibinengeng atau “Appasialang”, sebagai acara puncak yang sakral, dengan resminya menjadi pasangan suami isteri. sebelum acara akad nikah dan sesudahnya, masih banyak acara yang perlu dilaksanakan dari kedua belah pihak, seperti :
  24. Pihak perempuan lebih awal mempersiapkan segala sesuatunya menunggu kedatangan rombongan dari pihak laki-laki dalam bahasa BUgis disebut ” Madduppa Botting “
  25. Pihak laki-laki juga demikian halnya, untuk menuju kediaman calon pengantin perempuan lengkap dengan bawaannya yang disebut Leko’ serta walasuji dan maharnya diantar oleh sanak saudara, handai tolan, kerabat keluarga bahkan pinisepuh/sesepuh. Rombongan tersebut  dalam bahasa Bugis disebut ” Pampawa Botting atau Pappapenning “
  26. Sesudah pelaksanaan akad nikah ada pula acara yang disebut ” Mappasiluka atau Mappasikarawa ” artinya membatalkan wudhu yakni pengantin pria menuju kamar pengantin wanita (isterinya) untuk bersalaman sebagai pertanda sudah sahnya sebagai suami isteri. Pada saat inilah”Inang Botting ” dari pihak perempuan dan ” Amang Botting ” dari pihak laki-laki menggunakan baca-bacanya atau mantra, artinya ilmu agar pasangan ini dapat menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah, warohmah.
  27. Sesudah acara tersebut keluar dari kamar untuk menemui orang tua / pinisepuh untuk menyampaikan permohonan maafnya, memohon doa restunya agar segala kesalahan, dosa, dan kedurhakaannya dimaafkan agar mereka dapat hidup bahagia, sejahtera, aman, dan damai dunia akhirat. Dalam bahasa Bugis disebut ” MELLAU ADDAMPENG ” dalam bahasa Jawa “Sungkeman”
    5. Sesudah acara tersebut, keduanya diantar menuju baruga untuk duduk bersanding di atas pelaminan yang disaksikan para tamu undangan yang hadir.
    6. Setelah rombongan atau pengantar pengantin pria sudah pulang, maka dari pihak wanita mempersiapkan rombongannya untuk mengantar pengantin wanita bersama pengantin pria. sebagai umpan balik sekaligus pengantin wanita menemui mertuanya/pinisepuh. Kegiatan ini disebut “MAPPAROLA’ sekaligus “MAMMATOWA” dalam bahasa Bugis. Kegiatan ini dapat dilakukan apabila jarak tempat keduanya berdekatan karena acara pesta atau Aggaukeng dari pihak perempuan dilaksanakan pada malam harinya (pada hari tersebut). Adapun kalau tempat berjauhan maka pada hari itu belum dilaksanakan acara Mapparola, nanti esok harinya dilaksanakan, maka acara ini disebut ‘MAROLA MABBENNI’untuk pertama kalinya.
    7. Waktu pelaksanaan Marola, maka acara pesta dari pihak pria baru dilaksanakan.
    8. Setelah keduanya telah melaksanakan pesta, maka pasangan suami isteri ini dapat dikatakan mandiri.Dalam bahasa Bugis disebut “NALAOWWANNI ALENA”. Namun masih ada kegiatan-kegiatan yang perlu dilalui seperti :
    a.Marola Wekkadua. Artinya pengantin perempuan diantar oleh dua atau tiga orang perempuan untuk bersama-sama ke rumah pengantin laki-laki dengan pakaian biasa dan bermalam satu malam. Pada subuh harinya, pengantin bersama pengantarnya kembali sesudah sarapan. Maka pada saat itu mertua pengantin wanita memberikan hadiah kepada menantunya.
    b.Ada pula yang disebut acara “MAPPITU” dari pihak laki-laki, yaitu tujuh orang wanita tua berbaju Ponco’ atau ‘Baju Tokko’ dalam bahasa Bugis dan dalam bahasa Makassar disebut ‘Baju Bodo’ bersama tiga orang tua lainnya, datang ke rumah pengantin wanita dengan membawa kue-kue adat seperti : Dodoro’, Baje, Beppa pute, Beppa laiyya, Cucuru’ Tenne, dan lain-lain. Kedatangan tersebut dimaksudkan silaturahim dalam membina kerukunan keluarga yang dalam bahasa Bugis disebut “MASSITA BAISENG”.
    c.Mabbarazanji yang dimulai keluarga wanita kemudian disusul oleh keluarga pihak pria. Ini sebagai pertanda rasa syukur atas terlaksananya apa yang diharapkan. Pada acara ini, pengantin bisa bermalam bisa juga tidak. Dan pada saat itu pula dilaksanakan suatu kegiatan yang lazim disebut “MALLUKA SARAPO”.
    d.Poleang Punge’. Artinya setelah acara Mabbarazanji dilaksanakan, maka subuh esok harinya, pengantin pria kembali ke rumahnya untuk mengambil seperti : Gula Merah (manis), Kelapa (gurih), dan Telur (bulat/menyatu).Hal ini dimaksudkan sebagai simbol atau tafaul atau Sennu-sennuang. Agar semoga kehidupannya kelak serba berkecukupan, yang dalam bahasa Bugis mengatakan TENNAPODO MACENNING MALUNRA’ATUWONG-TUWONG LINONA” dan senantiasa menyatu. barang tersebut diteruskan ke pangkuan sang isteri sebagai Penghasilan pertama dari Suami (Poleang Punge’) dan langsung disimpan oleh sang isteri.
    e.Selanjutnya Ziarah kubur dan mandi-mandi.

    Demikian rangkaian pokok dalam prosesi pernikahan Bangsa Bugis. Selanjutnya kami akan paparkan tatabahasa atau ungkapan dalam bahasa Bugis pada waktu melamar dari pihak laki-laki dan ungkapan dari pihak perempuan.

    DARI PIHAK LAKI-LAKI (2x bicara) .

BICARA YANG PERTAMA :

AS.AL.WB. Bismillahirrahmanirrahim

I. Alhamdulillahi Rabbil Alamin ….  SININNA TO MALEBBIKI IYYA KIALEBBIRIE NENNIYA KITANREREANGNGE ALEBBIRENNA. NAIYYA RIOLO PAPPUJI NENNIYA BERESELLENG, RIPATARAKKAI TANRA ASUKKURUKENG TENGRIGANGKATA LAO RISESE ARAJANNA PUAWANGSEUWWAE, NENNIYA TENRIALLUPAI MASSALAWA ENRENGNGE MAPPASSALAMA MASSE’ MANNENNUNGENG LAO RI NABITTA MUHAMMAD SAW

NAMUKA ELO ULLE’ SIMATANA PUANGMARAJAE NAWEREKKI KUAROMAI AJJAPPA-JAPPANG, APAINRINGENG KUWAETTOPA ASAGENANG, NATOPADA ENGKA SITUJU RUPA, SIWOLLONG-POLLONG, SIPAKARIO SIPAKARENNU SIRAGA-RAGA, RI JIJI TUDANG PANGADERENG RILANGKANA COKKONGENNA TOMALEBBIKKI …………SILISE BOLA (….. adalah Nama Tuan Rumah Pihak Perempuan).
NARIMUNRINNA RITU TAPARAIJAYYANGNGA ADDAMPENG, KUPAPPOLO ADDAWA-DAWANG BICARA, KUPABBARI ADA PAPPAKARAJA LAO RIOLO ALEBBIRETTA. IKKENG MAI WAWANG ENGKA POLE RI TANA MASE-MASENA TANAE RI ……….. TARAKKA MABBAKKASANG POLE RI BOLA ATUDANGENNA …………( Nama Tuan rumah dari pihak laki-laki).
TUTTUNG SALOMPE UDDANI, MATTEKKA RI SEPE’-SEPE’ MENASA, MOLA LETENG PADDENNUANG, MAKKATENNING RI WELARENG TEPPETTU’, MADDAMPE MASSENGE’ TEMMAGGANGKA RI TANA ASALAMAKENNA TANAE KU RINI. NATOPADA ENGKA LETTU TESSANGKALANGENG, MALLABU SENGERENG RI SUMPANG MENANGA PANGADERENNA TO MALEBBIKKI ……… (adalah nama Tuan Rumah pihak perempuan).
NARIPATIJJANG RI LANGKANA, TUPPU BARINGENG AJUARA LANGI, MAJJULEKKA RIAPPANG-APPANG, NARIPADDIRAE COKKONG RI TAPPERE MARUDDANI, NATOSSANRE RI RENRING LETTU’.
PALETTUI SELLENG PAPPAKARAJANA ………. SILISE, LAO RITOMALEBBIKKI ………SILISE’.
SELLENG PAPPAKARAJA TAMPU’ AKKATTA MARAJA, MARILALENG TEMMAGGANGKA. MENASA KUAROMAI PEMAGGA’ MADECENGNGI RIKALAWING ATI ENGAKAERITU NABBULO SIPEPPAKI DUTA PADA DUTA, IYYA NADDIOLOIYYE PESE’-PESE’NALUTTURENGNGE MANU’-MANU’ PARUKKUSENG, MAPPAU RI BOKO TANGE’ SIARE’E ESSO LABE’E
NAJAJINA SIPAKKENNU’-KENNU’ ININNAWA, SIPATTEPUI TAMPU KALAWING ATI, SIPADDEWENGNGI CINNA LAHERENG AKKATTA.
NAORI-ORI ADA, NALAKKE-LAKKE BICARA, NASSAMAENGNGIE PANGELORENG DUTA PADA DUTA, ALENA TOMALEBBIKKENG ………………..SIBAWA ………….TOMALEBBIKKENG ……………
MAMMENASAI KOROMAI MAPPAKKALEPU RIBILANG CUMPALING, MAPPAGGENNE RISUKE TEMMANRAPI, MAPPASEDDI PARUKKUSENG, MAPPASISOMPUNG WELARENG,    MAPPABBATANG BELOJAJARENG NENNIYA MAPPALLEBBA TEDDUNG PATTEPPANGENG.
NAMUKA ENGKATU WELARENG SUNGE’NA, BELOJAJARENG, ANA’ RIWAKKANG, WIJA PATTOLANA …………RIYASENGNGE ……… ENGKAIRITU TAGGILING SAMANNA ELLUNG MANGENRE’, MALLARU UDDANI, MAKKAMPAE RI TANA ASALAMAKENNA TANAE KURINI’.
MANCAJI SALIU MADDANRENGPULU TEPPABOSI RILALENG PANGADERENNA TOMALEBBIKKI ………..(nama pihak Tuan rumah). KUWANIRITU NYILI’ BUAJA RI BULU, PATTOMPANG AJE TEDONG, NASALA RI MAJE. TAKKO TAGGALATTAI PAKKITANNA RICINNA MATA, ILE’ MATA, ERU MATA, NYILI’ MATA, DUPPA MATA, MATA MADDUPPA RI MATANNA ……….(Nama siperempuan), BUWANA ATINNA, CEYYANA MATANNA, INTANG MABBORONG-PORONGNA HARASIYANA, SULO MATTAPPANA JAJARENNA…………(Nama Orang tua si Perempuan) NASALA RIMAJE.
NATENGNGINANG RITU PABBURANA, SANGADINNA UWAE TETTI’ CAPPA’ WELUWA’NA KURITU ……..(nama perempuan), MAKA PALISU SUMANGE’I …………  (nama laki-laki), ENGAKAE RITU SALA RIMAJE. IYANAE AKKATTA MARAJA ENGKAE KIWAWA, MENASA MAPPESABBIYANGNGI RI ULU TUDANG PANGADERENG, PATTAPPUI RI ADE’, PASANREI RI SYARA, PAKKATENNIWI RIADA TONGENG, NATOMATTANGNGA RIRAPANGNGE’RIPATTARATTEI RI WARIE, NARIYALA PAPPEGAU’ RIABIASANGNGE. NAMU’KA RUSA’ TARO ARUNG TENRUSA TARO ADE’, RUSA TARO ADE’ TENRUSA’ PATTARO PANGULU ANANG, RUSA PATTARO PANGULU ANANG, TENRUSA’ PATTARO TAU MAEGA.
NARIPOMENASANA PASIAREKKENGNGI ABBULO SIPEPPA’NA DUTA PADA DUTA IYYA-IYYANNA MANCAJIE ANGURU ADANG, KUWAENNA : SOMPA PATTARO SYARA, BALANCA PATTARO ADE’, LEKO PASSIKKI BIRITTA, LEKO ASENGRIALENA, SIRI PINANG PADDAENGENNA.
KUWAETTOPA RILAENNAE, NENNIYA TANRA ESSO RIJAJINGENNA AGGAUKENG ENGKAE RIPOMENASA. NASIKONARO RIOLO’ KUWALA MELLE ADA RIUKKATIMU, MAMUAREI MENASA PADDENNUAKKENG, ENGKAI RITU RITARIMA IYAREGA RIPUWAKKANG.

BICARA YANG KEDUA :

AS.AL.WB. Bismillahirrahmanirrahim

  1. ALHAMDULILLAH, IKKENG MAI WAWANG ENGKAE POLE, RENNU MAKKERENNU, RIJUJUNG NAPARIBOTTOULU, NARIPATE RIPAKKA-PAKKA ULAWENG, TANRANG RENNU RIKALAWING ATI, RIENGKANNA KUWAERITU RITARIMA MADECENG MENASA PADDENNUAKKENG.

ULAWENG RIALA GENO, INTANG BARELLIANG RIALA PARAMATA, REKKUWA IYYAMUA MELLE’ RIPOMENASAE, RIELLI DECENGNGE NALALENG KUWA. OMPO TONGENNI UKILLAONA ANA’ MALLEBBIKKENG, TABBAKKANI UKIPARUKKUSENNA, SITABBAKKARENG UNGANNA SENGERENGNGE’ COLLI’NA UDDANIE.
MAULUTTU MALLUMPAJA, UKI SIPOTANRAE, SILOLONGENGMUA, MAUNI MATTAUNG MATTIMO, MENASA MAETTAE, JAJI PAGGANGKANNA.
NAMUKA PURA MEMENNI NATODDO PULI TEALLARA, SINGKERU’ SILARIANG TEDDENG PABBUNGANNA. MAKKANRE PAKU JAMBATANG, MAKKURE’ JAWI-JAWI PETTUPI NALARA’.

RIMAKKEDANNA IYANARITU :
– MAUNI SISOPPENG MACCECCE’, SIBONE  TEMMAPPUJI, TEMMASSELLE TONA.
– REKKUWA TENNIKO MELLE’, TARONA TAKKEGONA, MALLIMBANG RI MAJE.
– SANGADIDUWAI MENRE’ MATANNA TIKKAE, KUSALA PANGOLO.
– RANRU’NI TELLENRANG LAING, DIMEKKU RIWATAMMU, TEANI MAPPINRA.
– MAKKEPANNIPI BOJOE, RENREPPIKUWA DONGI, KUPAJA MASSENGE’.
– ENGKA PASA RI LIPUKU’, BALANCA’ RI KAMPOKKU, NYAWAMI KUSAPPA.
– IYYA TEPPAJA KUSAPPA, RAPANNA RIALAE PALANGGA MARIANG.
NAENGKANI KULOLONGENG, TUDANG RITEPPE’NA, SANRE RITONGENNA, PARAMATA MAELOE KUEWA SITUDANGENG, SIATTING LIMA, SITONRA OLA, TESSIBELLEANG.

PAPOLE BUA-BUA, ACCULE-CULENG TEPPAJINNA. CAJIAN WIJA PATTOLA PALALLO. NAENRE’ MALLONGI-LONGI. SIKKI BIRITTA MADECENG.
NAIYA MANCAJI ASSAMATURUSENG RIJAJINGENNA GAU’E IYANARITU :
1. SOMPA PATTARO SYARA : SOMPANA ……..
2. BALANCA PATTARO ADE’ : BALANCA Rp ……
3. LEKO’ PASSIKKI BIRITTA : LEKO’ ASENG RIALENA, SIRI PINANG PADDAENGENNA : LEKO’ LOMPONA NASENGANGNGI RI MANGKASA. ERANG-ERANGNA TO BULUKUMBAE SIBAWA SINJAI. ALUKKALU’NA SENGKANG WAJO, PASSURO MITANA POLE RI BONE, SIENREKENGNGI PUWANGNA, REKKUWA ENGKAI MENRE’ NIKAH.
4. ACCATAKENNA : SOMPE’I RIPALLAWANGENNA DUWAE PASI, MATTOTTONGNGI OROWANE, MANCUJUNGNGI MAKKUNRAIYYE. (MASING-MASING BAYAR)
5. TONANGENNA : PADARITUJUNGENGNGI ALETA TONANGENG (MASING-MASING BAYAR)
6. PAKEANNA : (SESUAI KESEPAKATAN)

TANRA-ESSONA :
a. NIKAH : DITENTUKAN OLEH PIHAK PEREMPUAN
b. MAROLA : DITENTUKAN OLEH PIHAK PEREMPUAN
c. AGGAUKENG : DITENTUKAN OLEH PIHAK PEREMPUAN

MAKKUWANI KURAPI PAKATAJANGNGI RIOLO ALEBBIRETTA, MAMUWAREI EBARAI BAKU ENGKAI RITU MADECENG SISAMPONA WATANG NAPATTONGKO.
NAKUPANGGANGKANI BICARAKKU NASIBAWA ELLAU ADDAMPENG SOKKU, REKKUWA ENGKA ATASSALANG NENNIYA ATAKKALUPANG KIPAPOLE RITUDANG PANGADERENG.
ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

DARI PIHAK PEREMPUAN ( 3X BICARA)

AS.AL.WB. Bismillahirrahmanirrahim

  1. ALAHAMDULILLAHI RABBIL ALAMIN …… TOMALEBBIKI IYYA KIALLEBBIRIE NENNIA KITANREREAENGNGE ALEBBIRENNA, PADAMUI TOPAPOLEI NENNIA TORIPOLEI.
    NAIYYA RIOLO PAPPUJI NENNIA BERESELLENG, RIPATARAKKAI TANRANG ASSUKURUKENG TENRIGANGKATA LAO RI SESE ARAJANNA PUWANGSEUWAE, NAMMUKA ELLOULLE SIMATANA NAWEREKKI KUAROMAI AJJAPPANG-JAPPANG, APPAINNRINGENG, KUWAETOPA ASAGENANG, NATOPADA ENGKA SI TUJU RUPA,SIPAKARIO-SIPAKARENNU, SIWOLLONGPOLLONG, NATOSIRAGA-RAGA, RIJIJI TUDANG PANGADERENG RI BOLA ATTUDANGENNA TOMALEBBIKENG …………… SILISE’ ( NAMA TUAN RUMAH).
    KUWAETOPA TENRIALLUPAI MASSALAWA NENNIA MAPPASALAMA MANNENNUNGENG, MASSE’ LAO RI NABITTA MUHAMMAD SAW, NABI IYYA TIROWANGEKKI ASSALAMAKENG NENNIA ASALEANGENG RILINO KUWAETOPA RI AKHERA MATTI, INSYA ALLAH.
    NARIMUNRINNA RITU KUPAWAREI ELLAU ADDAMPENG SOKKUKU LAO RIOLO ALEBIRETTA MANENG, KUPAPPOLO BICARA MAKKEWARI MATTUPPU ADE’ KUPABBARI ADA
    PAPPAKARAJA, NAMUKA IKKENG MAI NAPAWAKKANGI MENASA PADDENNUANG TOMALEBBIKENG ……….. SILISE’  ( NAMA TUAN RUMAH) PATALLENGANGNGI MAJJAJARENG, TAMPU’ KALAWING ATINNA, KUWAENNARITU RIO-RENNUNNA, ASSAUKININNAWA, KUWAETTOPA ASUKKURUKENG TENRIGANGKANA, NAMUKA RIENGKATA RITU PADA ROA-ROASIWI DECENG AKKATTA ENGKAERITU NAPURONGENG – RONGENG.
    NAONCOPIGISA RENNUNNA MAKKERENNU, NAJUJUNG NAPARI BOTTO ULU, NAPATE’ RIPAKKA-PAKKA ULAWENG TANRANG RENNU RI KALAWING ATI, RIENGKANNAI RITU TOANAI MALEBBIKKI WAWANG ENGKAE POLE, TARAKKA MABBAKKASANG RI BOLA COKKONGENNA TOMALEBBIKKI ………, RITANA ASALAMAKENNA WANUWAE RI ………….
    NALETTU TESSANGKALANGENG RI TANA MAMMASE-MASENA TANAE KURINI, MALLABU SENGERENG RI SUMPANG MENANGA LANGKANA COKKONGENNA TOMALEBBIKENG …………..SILISE’.
    NATEMMASALANA RONNA’ IKKENG MAI MAKKUTANA RIALE LAO RITOPOLE MALEBBIKKI, NAMUKA RIENGKAKKU RITU PALOLANGNGI NYILIKKU, NAKUGILINNA NRELLE’ MASSAILE LAO RIABEO, NAKUPEMAGGA’ MADECENGNGI RIKALAWING ATI, MASSE’NI RITU MAKKEDAE, ENGKARITU AKKATTA MARAJA NAWAWA.
    NARIMAKKOWANNA NARITU RIPOMENASAI NAPATALLENI MAJJAJARENG TAMPU’ KALAWING ATINNA, NAPANNESSAI HAJJA’ AKKATTANA.
    NASIKOSWANA RIOLO’  KUWALA MULA ADA RIUKKA’ TIMU, NAKUSOMPELEKANNI UNGA CENNINGRARA LAO RITOPOLE MALEBBIKKI ENGKAE RIPAWAKKANG MENASA PADDENUANG RINIA’ AKKATTA MADECENG. WASSALLAM.

    II. TOMALEBBIKKI IYYA KIALEBBIRIE NENNIYA KITANREANGNGE ALEBBIRENNA
    PURANI, KITUMANINGI MADECENG TAMPU’ KALAWING ATINNA MAPPAWARE’ “HAJJA” AKKATTA MARAJANA NAPASAWE’ MENASA PADDENNUANNA, ENGKAE NALAKKE’-LAKKE POLE RIPANGULU ADA MAJETTANA, MPINRUI ADA NAPATUJU, MATUI ADA NASITINAJA, BALIWI ADA NAPASAUWI MOLAIWI ADA NAPAOTTONG.
    MAPPALETTU SELLENG PAPPAKARAJA POLE RITOMALEBBIKKI ………SILISE’, LAO RITOMALEBBIKKENG ………SILISE’. SELLENG PAPPAKARAJA TAMPU’ AKKATTA MARAJA MARILALENG TEMMAGGANGKA.
    RIENGKANNARITU MAMMENASA MAPPASISOMPUNG WELARENG, MAPPSIYAME PARUKKUSENG. NAMU’KA ENGKA RITU WELARENG SUNGE’NA TOMALEBBIKKI ……….ANA’ RIWAKKANG BELO JAJARENG WIJA PATTOLANA RIYASENGNGE …………
    ENGKAIRITU TAGGILING SAMANNA ELLUNG MANGENRE’ MALLARU UDDANI, MAKKAMPAE RI TANA ASALAMAKENNA TANAE KURINI. MANCAJI SALIU MADDANRENGPULU TEPPABOSI RILALENG PANGADERENNA TOMALEBBIKKI ……….(NAMA TUAN RUMAH)
    KUWANIRITU NYILI’ BUAJA RI BULU PATTOMPANG AJE TEDONG NASALA RIMAJE. TAKKO’ TAGGALATTAI PAKKITTANNA ……….(NAMA SI LAKI-LAKI), RICINNA MATA,ERU MATA, DUPPA MATA, MATA MADDUPPA RI MATANNA ………(NAMA SI PEREMPUAN), BUWANA ATINNA,CEYYANA MATANNA, INTANG MABBORONG-PORONGNA HARASIYANA, SULO MATTAPPANA JAJARENNA TOMALEBBIKKENG ………..(NAMA ORANG TUA SI PEREMPUAN). NATENGNGINANGRITU PABBURANA SANGADINNA UWWAE TETTI’ CAPPA’ WELUWANA ……..(NAMA PEREMPUAN), MAKA PALISU SUMANGE’I ………..(NAMA SI LAKI-LAKI), ENGKAE RITU SALA RIMAJE. IYYANAE AKKATTA MARAJANA TOPOLE MALEBBIKKENG WAWANG ENGKAE POLE RI TANA ASALAMAKENNA TANAE RI ………..
    IKKENG MAI SILISE’ PANGADERENG, RENNU MAKKERENNU, RIJUJUNG RIPABOTTOULU, NARIPATE’ RIPAKKA-PAKKA ULAWENG, TANRANG RENNU RIKALAWING ATI. KUWAENNA NATURUNGI PAMMASE DEWATA SEUWWAE, RIENGKATTA KUAROMAI PATALLEI MAJJAJARENG DECENG MENASA RIAKKATAIYYE. ULAWENG RIALA GENO, INTANG BARELLIANG RIALA PARAMATA REKKUA IYAMUA MELLE’RIPOMENASAE. RIELLI DECENGNGE NALALENG KUWA.
    AKKATTA MARAJA ENGKAE NAWAWA TOPOLE MALEBBIKKI ENGKANIRITU RITARIMA MADECENG, RITANRERE’  RITENGNGA BITARA, RIPACOKKONG RI ULENG TEPU, NATEDDUNGI ELLUNG-KELLUNG, NATARANA’ WETTUING.
    NARIPOMENASANI NAPATALLENI MAJJAJARENG, NAPATTUPPUI RI ADE’, NAPASANREI RISYARA, NAPAKATENNIWI RIADA TONGENG ABBULOSIPEPPA’NA DUTA PADA DUTA, NARITUMANINGI MADECENG IYYA-IYYANAE KURITU MANCAJIE ANGULUADANGENG RIADA ASSAMATURUSENNA, KUWAENNA SOMPA PATTARO SYARA’, BALANCA PATTARO ADE’, LEKO’ PASSIKKI BIRITTA NENIYA LAINNAE.
    NAMU’KA RUSA’ PATTARO ARUNG, TENRUSA PATTARO ADE’, RUSA’ PATTARO ADE’ TENRUSA’ PATTARO PANGULU ANANG, TENRUSA PATTARO TAU MEGA. WASSALAM.

III. Tomalebbikki iyya kialebbirie, nennia kitanrereangnge alebbirenna.

Ripakkulissi asyukkurukeng tenrigangkana lao risese arajanna Puang AllahuTaala, namuka pammase simatana lao ripada ikkeng maneng, najajina ripattuppu riade’, ripasanre risyara’ ripakkatenni riada tongeng, nassisabbingi nennia napemaggak madeceng, sininna engkae cokkong rijiji tudang pangadereng.

Padatosaha purae naori-ori ada nalakke’-lakke’ bicara, nassama iyyai pangeloreng, nasau jarangcarang, natennung baja-baja, napattepu kuwaenna balo lipa’ Duta pada Duta, nappisabbiangnge Pangulu Adana Topole Malebbikki.

Kuwaenna sompa pattaro sayara’, balanca pattaro ade’, leko passikki biritta, kuwaettopa rilainnae.

Naiyya tanra essona purae ritada-tada iyyanaritu :

  1. Wettu annikanna : Essona………, tanggala…..…, uleng….…, taung……., jang/tette’……..,
  2. Wettu marolana       :
  3. Wettu aggaukenna (Pesta) Perempuan :…………….. Laki-laki :………………..

Naripolona malampee, naripue’na massappae, sisampongekki siri, sipatarenrekakki biretta madeceng.

  • Rekkua engka ada Buccili, uni cicca, adanno, adatte, pau risaliweng renring, ritulingmi, tenriporiati. Iyyapa naessa bicarae, rekkua ada riassuroang, natiwi suro majetta, naettekeng ada tomatoa.
  • Nasiarekenna bicarae, sipahanni akkatae, manguruni niya-e, masseddini atie. Tempeddinni gegokpaso, luka taro ada. Tempeddinni nrello nakenna esso, matabu nakenna bosi, mpewang nakenna anging, sangadi rekkua Eloullena Puang AllahuTaala.
  • Pole ritomalebbikkeng…………………… silise, (tuan rumah) napaware’I ellau addampeng sokkuna, pole riatassalangnge, atakkalupangnge, nennia rigau’ temmanrapi’e. Namuka ikkeng rupa tauwwe, telleppe’I rigau makkuwae ritu.
  • Narimakkuwanna-na ritu aja tosirampeang lise’ ampelo rampea kaluku, nakurampeki golla. Sengekka simata jarung, nakubalipassengerettokki sipuppureng lino. Nenni pakkawarutta riada mamase-mase, menasa kualai tajangeng riati.
  • Rekkua idi’ naikkeng sisala ukkatimu tassiadampengang. Natopada taneng ade’ natuo, pallimpo bunga pute, tomasallelolang narisappona awo lagading, bolana sagala’e aja’ namarusa’
  • Namuka tennia balanca kutajeng, kuparanru sengereng nyawami kusappa. * iyya tappajae ripomenasa rapanna rialaepallangga mariang. * siatting lima, sitonra olak, tessibelleang.
  • Engkaki ritu manguju mellek kurini, iyyapa namadeceng,padapi makkalituttwi, pattimang riawana bakkaweng nipae.

KESIMPULAN :

DENGAN RAHMAT ALLAH SWT, BERDASARKAN KONSULTASI MAPPESE’-PESE’ YANG SELANJUTNYA DISUSUL DENGAN PENDEKATAN SISTEM MAMMANU’MANU ‘ REALISASINYA TERBAYANG PADA ACARA MAMPAU RI BOKO TANGE’ (MEMBUKA JALAN/MERINTIS JALAN)

SERENTETAN DENGAN KEGIATAN TERSEBUT YANG TERTUANG SECARA FORMAL DALAM ACARA MPATA’ DUTA (MELAMAR) YANGTELAH DIADAKAN PADA BEBERAPA WAKTU YANG LALU ANTARA KELUARGA

BAPAK …………………………………… DENGAN KELUARGA BAPAK …………………………………, DIADAKAN AKAD MAPPASIAREKENG DAN MAPPETTU ADA (KESEPAKATAN) YANG DIHADIRI OLEH SANAK SAUDARA, HANDAITOLAN, KERABAT KELUARGA, PINISEPUH SERTA PEMANGKU ADAT DAN SYARA DI TEMPAT INI UNTUK MENDENGARKAN SERTA MENYAKSIKAN BERSAMA HASIL KESEPAKATAN DARI KEDUA BELAH PIHAK.

YANG BERTINDAK SELAKU JURU BICARA ATAU PANGULU ADA, MASING-MASING :

  1. BAPAK ANDI NAJAMUDDIN PETTA ILE, SEKERTARIS LEMBAGA ADAT “SAORAJA” KABUPATEN BONE, DARI PIHAK WANITA, YANG SELANJUTNYA DISEBUT PAKKANG DUTA (PENERIMA DUTA).
  2. USTADZ H. MUH. AMIN. A.Ma DAENG MATTERU, PENGAWAS MAPENDAIS KANDEPAG KABUPATEN BONE. DARI PIHAK PRIA, YANG SELANJUTNYA DISEBUT MPATAK DUTA (PEMBAWA DUTA).

PIHAK PAKKANG DUTA DENGAN PIHAK MPATAK DUTA TELAH SEPAKAT SECARA MUFAKAT UNTUK PASISOMPUNG WALARENG, GUNA PASIAMEK-I

PARUKKUSENNA, DALAM ARTI MENJODOHKAN

DENGAN KESEPAKATAN SEBAGAI BERIKUT :

  1. MAHAR :
  2. UANG BELANJA:
  3. BAWAAN/ SESERAHAN/ LEKO/ PASSURO MITANA :
  4. AKAD NIKAH:
  5. MAROLA:
  6. PESTA RESEPSI:
  7. RESEPSI LAKI-LAKI DITENTUKAN KEMUDIAN

 

  1. PANDANGAN HIDUP YANG DIPEDOMANI

BERTOLAK PADA NIAT YANG SAMA, TUJUAN YANG SAMA, PANDANGAN HIDUP DAN PRINSIP YANG SAMA SERTA BERPERILAKU LUWES JIKA KEDUA BELAH PIHAK MENEMUKAN FAKTOR KENDALA ATAU PENGHAMBAT DALAM RANGKA MEREALISASIKAN TUJUAN MAPPASIAREKENG DAN MAPPETU ADA INI, MAKA PEDOMAN YANG DITEMPUH UNTUK MEMECAHKAN YAITU :

  1. SEGALANYA DIPECAHKAN DENGAN MUFAKAT DENGAN PENGENDALIAN DIRI DAN TIDAK MENGINDAHKAN ISSU ATAU INFORMASI YANG BERKEMBANG DI LUAR JALUR, TAPI YANG DIUTAMAKAN ADALAH MELESTARIKAN NILAI KEPRIBADIAN DEMI HARGA DIRI DEMI PEMURNIAN MARTABAT KEMANUSIAAN.
  2. ANDAI KATA ADA ISSU ATAU INFORMASI YANG BERKEMBANG, SEGALA SESUATUNYA TIDAK DAPAT DITERIMA SECARA RESMI KECUALI INFORMASI YANG DIANTAR OLEH DELEGASI YANG WAJAR DIPERCAYA MENURUT HUKUM.
  1. IKRAR
  2. KEPUTUSAN TELAH DITETAPKAN, TUJUAN BERSAMA TELAH TERCAPAI, SEMANGAT DAN WAWASAN SUDAH SEIRAMA DENGAN KEHENDAK KATA HATI YANG MENYATU.
  3. KITA TIDAK BOLEH MENGUNGKIT ATAU MENGINGKARI KEPUTUSAN KARENA BARANG SIAPA YANG MENGUNGKIT ATAU MENGINGKARI KEPUTUSAN BERARTI IA MELANGGAR HUKUM.
  4. KEPUTUSAN INI TAK AKAN LEKANG KARENA PANAS, TAK AKAN LAPUK KARENA HUJAN DAN TAK AKAN TERGOYAHKAN OLEH BADAI, KECUALI ATAS HENDAK ALLAH SWT,

DEMIKIAN KEPUTUSAN INI UNTUK DIPEDOMANI BERSAMA

ASSALAMUALAIKUM WR.WB.

PIHAK LAKI-LAKI :

PIHAK PEREMPUAN :

SAKSI-SAKSI :

 

TUAN RUMAH

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

ALHAMDULILLAHI RABBIL ALAMIN

NAIYYA RIOLO MAPPUJI NENNIYA BERESELLENG, KIPATARAKKAI TANRANG ASUKKURUKENG TENRIGANGKATA, LAO RISESE ARAJANNA PUANG SEUWWAE, NENNIYAASSALAWA’ MANNENNUNGENG MASSE’ RINABITTA MUHAMMAD SALLALAHU ALAIHI WASALLAM.

NASABARI, ELO ULLE SIMATA PUANG ALLAHU TAALA NAWEKKI’ KOROMAI ACENGKERENG APAINRINGENG NENNIYA ASAGENANG, NASABARI TOPADA ENGKA SITUJU RUPA RIJIJI TUDANG PANGADERENG RI BOLA ATUDANGENNA TOMALEBBIKKENG ……………….SILISE’.

NARIMUNRINNA RITU, POLE RITOMALEBBIKKENG SAHIBULABAIT, NAPALORONGI RIO RENNU NENNIYA  ASSAUKININNAWANNA, NAMUKA PADA ENGKATTA’ ROWA-ROWASIWI AKKATA ENGKAE NAPURONGENG-RONGENG KUWARITU. ONCOPIGISA, LAO RITOWANA MALEBBIKKENG WAWANG ENGKAE POLE RI TANA ASALAMAKENNA TANAE RI ……………

IKKENGMAI RIPAWAREKKENGI PADDENNUANG, POLE RITOMALEBBIKENG …………….. MENASA MAKKUTANA  RIALE LAO RISESE ALEBBIRENNA TOWANA MALEBBIKKENG, NAMUKA ENGKAKKU’ RITU GILING NRELLE MASSAILE RIATAU NENNIYA RIABEO, NAKUPEMAGGA’  MADECENGNGI RIKALAWING ATI, MASSE’NIRITU MAKKEDAE, TOWANA MALEBBIKENG ENGKAE POLE ENGKARITU AKKATTA MARAJA NAWAWA.

NARIMAKKUWANNARITU, KIPOMENASAI NAPATALLEI MAJJAJARENG TAMPU’ KALAWING ATINNA NENNIYA NAPANNESSAI HAJJA’ AKKATTANA

NASIKOSANA RIYOLO’ RIYALA MULADA RIUKKA’ TIMU, NAKI SOMPOLOKENNI UNGA CENNING RARA, LAO RITOWANA MALEBBIKKENG, PAWARE’I AKKATTA ENGKAE NAWAWA KUWARITU.

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

TAMU

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

ALHAMDULILLAHI RABBIL ALAMIN

PANGADERENG MALEBBIKKENG IYYA RIYALEBBIRIE NENNIYA KITANREYANGNGE ALEBBIRENNA.

LEBBIRIYOLO KIPATARAKKAI TANRANG ASUKKURUKENG MARAJA LAO RI PUWANG ALLAHU TAALA, NAMUKKA APPAINRINGENNA RITU NATOPADA ENGKA SIWOLLONG-POLLONG RIBOLA ASALAMAKENNA TOMALEBBIKKENG …………………..

KUWAETTOPA TENRIALUPAI MASSALAWA MASSE’ RI NABITTA MUHAMMAD SALLAHU ALAIHI WASALLAM.

NARIMUNRINNARITU TAPARAJAIYYANGNGA ADDAMPENG RISESE ALEBBIRETTA KUPAPPOLO ADDAWA-DAWANG BICARA

KUPABBARI ADA PAPPAKKUTANA ALE RIYALAE PADDAGARAGA PANGADERENGPASSALESSE’ JEMMA TOMALEBBI PAPPAKKESSE’ PADDUPPA WAJU PONCO’, MAPPASANRE RIADE PABBAJU BOLONG.

IKKENGMAI WAWANG ENGKAE POLE RI TANA MASE-MASENA TANAE RI ………….. IYA NAWAWAE TO MALEBBIKKENG …………..SAMBE ALE, SULLEWATANG, POLE TO MALEBBIKKENG ……………SILISE’.

MABBAKKELE’ LAO RIKKENG PALETTUKENGNGI SELLENG PAPPAKARAJANA LAO RI TOMALEBBIKKENG ………………… SILISE’.

SELLENG PAPPAKARAJANA TAMPU’ AKKATA MARAJA,  MARILALENG TEMMAGGANGKA , MENASA KUWAROMAI SINGKERUANG MADECENGNGI IYYAPURAE NAORI-ORI ADA, MALLAKKE’-LAKKE’ BICARA , NASSAMAIYYAI PANGELORENG DUTA PADA DUTA SIARE’NA ESSO.

RIENGKANNARITU, MAMMENASA MAPPAKKALEPU RIBILANG CUMPALING MAPPAGGENE’ RISUKE’ TEMMANRAPI, MAPPASISOMPUNG WELARENG, MAPPASSEDI PARUKKUSENG, MAPPABBATANG BELOJAJARENG NENNIYA MAPPALLEBBA’ TEDDUNG PATTEPPANGENG.

NASABA BELOJAJARENNA TOMALEBBIKKENG ……….. RIYASENGNGE …………… MENASA MENASA KUWAROMAI PASIYAME’I ANNIKANA SIBAWA WELARENGSUNGENNA TOMALEBBIKKENG …………………… RIYASENGNGE ………………………

NAKIPOMENASAI MAPPESABBIYANGNGI RI ULUTUDANG, PATTUPPUI RIADE’ PASANREI RISYARA’ PAKKATENNIWI RIADA TONGENG, KIMATTANGNGA RIRAPANGNGE, KIPATTARATTE’I RIWARIE, NENNIYA KIYALAI PAPPEGAU’ RIABIYASANGNGE.

MAMUAREI APPADAELORENNA DUTA PADA DUTA ENGKAI RITU RIPABBULO SIPEPPA, NAEBARA’ BAKU MADECENGNGI SISAMPO SITUTU WATANG NAPATTONGKO’

IYYANAE AKKATTANA MARAJA ENGKAE KIWAWA. MAMUAREI ENGKAI RITU RITARIMA MADECENG NAJAJINA KIPAWARE’ ASSAMAIYYANA DUTA PADA DUTA, PURANNA’ KOROMAI SIPAKKENNU’-KENNU’ ININNAWA, SIPATTEPUI TAMPU’ KALAWING ATI, SIPADDEWENGI CINNA LAHERENG AKKATTANA.

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

        

TUAN RUMAH

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

ALHAMDULILLAH

IKKENGMAI SILISE’ PANGADERENG

RENNU MAKKERENNU KIJUJUNG RIPABOTTO ULU KIPATE’ RIPAKKA-PAKKA ULAWENG TANRANG RENNU RIKALAWING ATI.

KUWAENNA NATURUNGI PAMMASE DEWATA, NATTAPPAA ENRE’ ESSOTIKKA MATA DETTIYAE, MAPPAENRE’ BALISUMANGE’  RIENGKANNA KOROMAI TOWANA MALEBBIKKENG PATALLEI MAJJAJARENG DECENG MINASA RIAKKATTAIYYE..

ULAWENG RIYALA GENO, SALAKA RIYALA LOLA’, INTANG BARELLIANG RIYALA PARAMATA REKKOWA IYAMUA MELLE’ RIPOMENASAE RIELLI DECENGNGE NALALENG KUWA.

TANRANG RENNU RIKALAWING ATI, KIPENRE’I DECENGNGE RIBOLA NASABA ADA PAPPAKARAJA NENNIYA PAPPAKALEBBI. DECENG ENREKKI’ RIBOLA KIPAJUNGIKI’ LELLU’ PANGADERENG, KIPALETEKI RITALUTTU’ PAPPAKALEBBI, PATTUPPUKI RISAPANA PAJJALEKKAKI’ RIAPPANG-APPANG SAPPURU COCCORENG PAKKATENNIKI RIPADDONGKO’, PASSINGKERUKI RIPOSI BOLA NENNIYA PATUDAKKI’ RITAPPERE MARUDDANI.

TUDANNI MATTI’ RITAPPERE MARUDDANI, NARITARIMANA DECENG ENGKAE KIWAWA NASABA’ RIORENNU TEMMAGGANGKA.

NAENGKANIRITU RIPOMENASA TUMANINGI MADECENGNGI IYYA-IYYANA ADA PURAE NASAUU JARANG-CARANG, NATENNUNG BAJA-BAJA NATTEPU KUWAENNA BALO LIPA DUTA PADA DUTA.

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

               :

TAMU

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

ALHAMDULILLAH

KIPAWARE’I RIBOTTING LANGI, KIPASAWEI RIPOSI TANA.

TANRANG RENNU MAKKIRENNU, NAMU’KA ENGKANA RITU RITARIMA MADECENG AKKATTA ENGKAE KIWAWA.

NASABA PAMMASE SIMATANA PUANG ALLAHU TAALA NAJAJI KUWARITU RIATU-ATU PANGULU ADANNA DUTA PADA DUTA, RIENGKANNARITU MANGURU NIA’, MANGURU AKKATTA, MANGURU SIRI, LALO BEKKA’ TEMMAKKASAPE’ NARIPOLO MALEMPE-E, RIPUEI MASSAPPAE, SISAMPONGEKKI’ SIRI SIPATARENREKEKKI’ BITITTA MADECENG

ABBULUSIPEPPA’NA DUTAE IYANARITU :

  1. BALANCA PATTAROADE EGANA Rp ………………..
  2. SOMPA PATTARO SYARA’ IYANARITU ………………..
  3. LEKO’ PASSIKKI BIRITTA : (LEKO’ LOMPONA, ERANG-ERANGNA, TIWI-TIWI, ALLUKKALU’NA, PASSURO MITANA)
  4. ACCATAKENNA
  5. TONANGENNA
  6. PAKEYANNA
  7. TANRA ESSONA

–       NAKAWINGENG

–       MAROLA

–       MAPPATUDANG

NAIYYA TANRA ESSONA KIPOMENASAE POLE RIMAKKUNRAIYYE, MAUAREI IYYA-IYYANA PURAE NAPAWARE’ RIULU TUDANG PANGADERENG ENGKAIRITU TENGNGINANGNGI SISALA POLE RIANGULU ADANNA DUTA PADA DUTA INSYA ALLAH.

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

 

TUAN RUMAH

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

ALAHAMDULILLAH

TOWANA MALEBBIKKENG WAWANG ENGKAE POLE RITANA ASALAMAKENNA TANAE RI ………………

PURANI KITUMANINGI MADECENG IYYA-IYYANNA KUARITU ADA ASSAMAIYYANNA DUTA PADA DUTA, PADATOSAHA PURAE NALAKKE’-LAKKE’ TOMALEBBIKKENG ENGKAE MPAWA AKKATTA MANCAJIE PANGULU ADA, RITUJUNNA MENASA PADDENNUATTA’.

NAIYYA TANRA ESSO ENGKAE RIPOTANRA IYANARITU :

  1. ESSONA ………………TANGGALA …….TETTE’ ………….NAENRE’ KAWING
  2. MAROLAI RIESSONA ………………..
  3. MAPPATUDANGNGI :

–       SIYAREKENNI BICARAE, SIPAHANNI AKKATTAE, MANGURUNI NIYA’E, MASSEDDINI ATIE, TEMPEDDINNI GEGO’ PASO’ LUKA TARO ADA NAREI TARO ALE

–       POLE RITOMALEBBIKKENG ………………… SILISE’. NAPAWARE’I RIOLO ALEBBIRETTA MANENG. ELLAU ADDAMPESSOKKUNA, AJAKKE RILALENG APPANGADERENG ENGKARITU ATASSALANG RIPAPOLE. NASABA IKKENG RUPA TAUWWE TELLEPPEI POLE RIATASSALANGENGNGE NENNIYA RIATAKKALUPANGNGE.

–       NARIMAKKOWANNANARITU NATOPADA LISU MAKKATENNING RIPAPPASENNA TORIOLOTA RIMAKEDANNA : REKKUWA ENGKAKO MENNANG PURA SIWOLLONG-POLLONG NAMAELONO MALLAING LIPU AJA’ LALO MUSIRAMPENGENG LISE’ AMPELO.

RAMPEA NASENG GOLLA

NAKURAMPEKI KALUKU

SENGE’KA SIMATA JARUNG

NAKUBALI SENGE’TOKKI

SIPUPPURENG LINO

NENNIYA PAKKAWARUTTA’

RIADA MAMASE-MASE

MENASA KIALAI

TAJANGENG RIATI

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

============

Pembaca yang Budiman, sekarang kita melangkah keacara berikutnya

 

UPACARA ADAT MAPPACCI

Contoh susunan Acara

  1. Dengan Acara sebagai berikut :
  2. Pembukaan oleh Pembawa Acara
  3. Pembacaan Ayat Suci Al-Quran (kalau ada)
  4. Sambutan (kalau ada)
  5. Sekelumit kata pengantar mengenai pelaksanaan Mappacci (bagi yang bisa)
  6. Pelaksanaan Mappacci yang disertai penjelasan tentang makna simbul/tafaul/sennu-sennuang yang terkandung apada semua kelengkapan yang ada
  7. Penutup/istirahat

Kegiatan di atas sebagai salah satu contoh ( sesuai situasi dan kondisi)

PAPPATARAKKA

(Calon Pengantin diundang menuju pelaminan)

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

  1. PATARAKKANI MAI BELOTUDANGENG. NARIPATUDANG SIYAPI SIYATA TAUWWE SILELE UTTU PATUDANGENG
  2. PADATTUDANG MAPPACCI SILEWO’-LEWO’. RIWENNI TUDANGPENNINNA KUWARITU. PACCINGIWI SIYA BELOTUDANGENG
  3. NARIPATAJANNA MAI BELOTUDANGENG. NARIPADDIRATE COKKONG RILAMMING LAKKO ULAWENG
  1. URAIAN TENTANG MAPPACCI

–       Upacara adat Mappacci dilaksanakan pada acara Tudang Mpenni, menjelang pelaksanaan akad nikah / Ijab Kabul esok harinya. Di Makassar disebut Amata Korontigi (Akkorontigi) di Bulukukma / Sinjai disebut Mappanreade.

–       Upacara mappacci adalah salah satu upacara adat bugis, yang dalam pelaksanaannya menggunakan / memakai daun pacar (dau pacci).

–       Pacci adalah salah satu jenis tumbuhan yang dalam bahasa Indonesia disebut tumbuhan pacar dan dalam bahasa latin disebut Lawsania Alba. Daun pacci yang ditumbuk halus / dilumatkan sampai halus disebut pacci dikaitkan dengan kata “PACCING” dalam bahasa bugis disebut suci / bersih.

–       Dengan demikian pelaksanaan upacara mappacci mengandung makna / symbol akan kebersihan atau kesucian.

–       Sebagaimana yang tertera dalam ungkapan bahasa bugis yang mengatakan Mappacci iyyanaritu : gauk ripakkeonroi nallari adek, Mancaji gauk mabbiasa, tampuk sennu-sennuang ri niak akkatta madeceng mamuarei naletei pammase Dewata.

–       Yang sangat diharapkan :

  1. Utamanya kesucian hati Calon Mempelai menghadapi hari esok, memasuki bahtera rumah tangga, melepas masa gadisnya dan masa remajanya (masa lajangnya).
  2. Pacci, apabila ditempelkan pada kuku, maka akan member warna merah pada kuku dan sangat sukar / sulit menghilangkannya. Pewarnaan kuku menjadi merah dan sukar dihilangkan ini ditarik seatu perlambang dan harapan, semoga pernikahan nanti akan berlangsung dengan langgeng, menyatu antara keduanya, kekal bahagia seumur-umurnya, laksana merah ronanya serta lengketnya warna merah “Pacci” tadi.
  3. Malam mappacci ini merupakan acara hidmat, penuh doa dan restu dari para hadirin, handai tolan, keluarga dan para sesepuh atau sinisepuh. Semoga doa restu para hadirin dapat mengukur kebahagiaan kedua pasang suami istri kelakdalam membinah rumah tangga yang sakinah, mawaddah warahma. Yaitu rumah tangga yang bahagia, penuh rasa cinta dan kasih saying, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW “Baetti Jannati” yang artinya “Rumahku adalah Surgaku”.
  4. Untuk melaksanakan “Mappacci” akan melibatkan pasangan sesepuh sebanyak 9 (Sembilan) pasang. Dalam bahasa Bugis disebut “Duakkesera” maksudnya Sembilan orang dari keluarga Ayah, sudah termasuk ayah sendiri, dan Sembilan dari keluarga ibu termasuk ibu sendiri. Adapun yang lainnya, tidak termasuk dalam “Duakkasera”. Kesembilan pasang dari Pinisepuh, diharapkan dapat menitiskan atau mewariskan suri tauladan dan nasib baiknya kepada calon mempelai. Selain “Daukkasera” biasa juga sebanyak “Duappitu”. Maksudnya tujuh dari ayah dan tujuh dari ibu

III.  MAKNA, SIMBOLIS TAFAUL ATAU SENNU’ SENNUANG YANG TERKANDUNG DALAM PERLENGKAPAN ATAU PERANGKAT YANG ADA :

  1. Bantal (Angkangulung)
  2. Bantal terbuat dari kapas dan kapuk, suatu perlambang “kemakmuran” dalam bahasa bugis disebut “Asalewangeng”.
  3. Bantal sebagai pengalas kepala, dimana kepala adalah bagian paling mulia bagi manusia. Dengan demikian bantal melambangkan kehormatan, kemuliaan atau martabat. Dalam bahasa bugis disebut “Alebbireng”. Dengan demikian diharapkan calon mempelai senantiasa menjaga harkat dan martabatnya dan saling hormat menghormati. Dalam bahasa bugis “Nalitutui alebbirenna nennia maccai mappakaraja/ mappakkalebbi
  4. Sarung 7 lembar (Lipa’ pitullampa)
  5. Sarung sebagai penutup tubuh. Tentunya kita akan merasa malu apabila tubuh kita tidak tertutup / telanjang. Dalam bahasa bugis disebut “Mabbelang / mallosu-losu”. Dengan demikian diartikan sebagai harga diri (merasa malu). Dalam bahasa bugis disebut “Masiri / malongko” sehingga diharapkan agar calon mempelai senantiasa menjaga harga dirinya. Dalam bahasa bugis “Sini nalitutuwi sirina”.
  6. Membuat sarung (mattennung) memerlukan keterampilan, ketelatenan, dan ketekunan, untuk mendapatkan hasil tenunan yang rapi dan halus. Konon, bila seorang pria akan mencari / memilih calon istri, takperlu melihat sang gadis tersebut, tapi cukup melihat hasil tenunannya, rapi/ halus tidaknya tenunan tersebut, cukup menentukan jatuhnya pilihan.
  7. Sedang sebanyak 7 lembar tersebut, dalam bahasa bugis kata tujuh erat kaitannya dengan kata patuju / tujui yang artinya benar, berguna, atau manfaat. Sehingga diharapkan agar calon mempelai senantiasa berbuat, melakukan atau mengerjakan sesuatu yang benar, berguna atau bermanfaat. Selalu benar, sini-tujui. Adapun bilangan 7, yang dalam bahasa bugis dikatakan “Pitu”, bermakna akan jumlah atau banyaknya hari yang ada. Dimana tanggung jawab dan kewajiban timbale balik antara suami dan istri harus dipenuhi setiap harinya.
  8. Pucuk daun pisang (colli’ daung utti)

Kita mengetahui, bahwa daun pisang yang tua, belum kering, sudah muncul pula daun mudanya untuk meneruskan kehidupannya dalam bahasa bugis disebut “Maccoli-maddaung”. Melambangkan kehidupan sambung menyambung (berkesinambungan). Artinya jangan berhenti berupaya, berusaha keras demi mendapatkan hasil yang diharapkan. Sebagaimana kehidupan pisang, nanti berhenti berpucuk setelah sudah berubah. Dalam falsafah bugis, mengatakan “Resopa natemmangingngi”. Malomo nalompengi, Pammase Dewata.

  1. Daun Nangka (Daun Panasa)
  2. Kata “Panasa” mirip dengan kata “Menasa” yang berarti “Cita-cita lhur” pelambang doa dan harapan mulia. Dalam bahasa Bugis disebut “Mammenasa ri Decengnge’ artinya senantiasa bercita-cita akan kebaijan atau kebajikan.
  3. Sedang “Bunganya Nangka” disebut ‘Lempu” dikaitakan dengan kata “Lempuu”(dalam bahasa Bugis)yang artinya kejujuran dan dipercaya. Sebagaimana salah satu ungkapan atau syair Bugis, yakni : DUAMI RIALA SAPPO, UNGANNA PANASAE, BELO KANUKUE artinya hanya ada dua yang menjadi perisai hidup dalam kehidupan dunia yang fana ini, yaitu UNGANNA PANASAE (Lempu) yakni kejujuran,dan  BELO KANUAKUE (Paccing) yang artinya kebersihan atau kesucian. Dengan demikian diharapkan kiranya calon mempelai memiliki kejujuran dan kebersihan atau kesucian.. Apabila Sarung tujuh lembar, maka daun Nangka sebanya Sembilan lembar. Adapun arti sembilan lembar yaitu semangat hidup atau kemenangan. Dalam bahasa Bugis disebut TEPUI, PENNOI ATAU MAGGENDINGNGI. Dalam arti kata rejekinya melimpah ruah atau TASSERA-SERAI DALLE’ HALLALA’NA
  4. JAGUNG MELATI/BERAS MELATI/BERTI (WNNO ATAU BENNO)

Yaitu jagung / beras yang digoreng/disangrai hingga mekar berkembang dengan baik. Dalam bahasa Bugis disebut PENNO RIALE artinya mekar dengan sendirinya. Sehingga diharapkan agar calon mempelai dapat mandiri dalam membina rumah tangga.

  1. LILIN / (TAIBANI/PATTI)

Taibani atau Patti berasal dari lebah yang dijadikan lilin sebagi suluh atau pelita yang dapat menerangi kegelapan yang berarti panutan atau teladan. Sehingga diharapkan calon mempelai dapat menjadi penerang, penuntun, suriteladan dalam kehidupan bermasyarakat. LEBAH yaitu senantiasa hidup rukun, tenteram, damai, rajin dan tidak saling mengganggu satu sama lain. Selain daripada itu lebah menghasilkan suatu obat yang sangat berguna bagi manusia yaitu “Madu” dalam bahasa Bugis disebut “CANI’ yang dikaitkan dengan kata ‘Cenning” yang artinya manis. Sehingga diharapkan agar calon mempelai senantiasa memiliki hati yang manis, sifat,prilaku dan tutur kata yang manis untuk menjalin kebersamaan dan keharmonisan.

7.TEMPAT PACCI / Wadah yang terbuat dari Logam (CAPPARU’ BEKKENG)

Antara CAPPARU’ dan PACCI melambangkan dua insane yang menyatu dalam suatu ikatan atau jalinan yang kukuh. Semoga pasangan suami isteri tetap menyatu, bersama mereguk nikmatnya cinta dan kasih saying yang sudah dijalin oleh dua rumpun keluarga.

  1. PENUTUP

Hadirin yang kami Hormati

Demikian sekelumit makna, symbol, tafaul atau sennu-sennuang yang terkandung dalam Upacara Adat Mappacci. Semoga doa restu para hadirin dapat mengantar pasangan suami isteri dalam kehidupan yang bahagia, sejahtera, aman dan damai dalam keluarga yang sakinah mawaddah warahmah

Akhirnya : COKKONG MUA MENASAE, NAKKELO DEWATA SEUWWAE NAIYYA MADDUPA.. Artinya berpucuk jua, harapan, kehendak Tuhan jualah yang berlaku maka itulah yang menjadi kenyataan.

Cukup sekian mohon maaf atas segala kekurangan dan terima kasih atas perhatiannya.

Wabillahi Taufiq Walhidayah Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

MAPPAPENNING ATAU MATTIWI BOTTING ( PIHAK PENGANTIN PRIA)

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

ASSALAMU ALAIKUM WR.WB

–       IKKENG MAI WAWANN ENGAKAE POLE RITANA  MASE-MASENA TANAE RI JALAN ……………………

–       PATARAKKAI BELO TUDANGENG ……………………………………

–       ANA’ RIWAKKANG WIJA PATTOLANA

BAPAK ……………………………….

NABGURUSIE, IBU ……………………………..

–       TARAKKA MABBAKKASANG SAKKE PATTENTENG PASSURO MITANA

–       NARULU SELESSURENG SOMPUNG LOLO

–       NASIMPANUANGI PASSIAJINGENG BALI BOLA

–       LETTU TESSANGKALANGENG RI TANA ASALAMAKENNA TANAE KURINI, RISUMPANG MINANGA PANGADERENNA TOMALEBBIKKI

BAPAK …………………………………….

MAPPARUKKUSENG , IBU ……………………

–       PATALLEI MAJJAJARENG, DECENG MINASA RIASSAMATURUSENG

–       MAMINASA SAGALA, MINASA IYAMUA SISOMPUNG WELARENG MAPPASIAME’ PARUKKUSENG, MAPPAKKALEPU RIBILANG CUMPALING

–       ANAKKI …………………………………

–       RIPANCAJIWI ANA’ RIWAKKANG PALLAWA LIPU RILALENG RISALIWENG NASALEWANGENG LISE’NA LANGKANAE.

MATTAJENG BOTTING (PIHAK  PENGANTIN PEREMPUAN)

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

ASSALAMU ALAIKUM WR.WB

–     PAPPASSALAM RITOPOLE MALEBBIKI WAWANG ENGKAE POLE RITANA ASALAMAKENNA TANAE ……………………………

–     PATARAKKAI BELO TUDANGENG …………………………….

–     ANA’ RIWAKKANG WIJA PATTOLA WELARENG SUNGE’NA

BAPAK …………………………………NAGURUSIE IBU ……………………………………

–     TARAKKA MABBAKKASANG TUTTUNG SALOMPE UDDANI, MATTEKKA RISEPE-SEPE’ MENASA, MOLA LETENG PADDENNUANG RI TANA ASALAMAKENNA TANAE KURINI.

–     NALETTU TASSANGKALANGENG MALLABU SENGERENG RI SUMPANG MENANGA PANGADERENNA BAPAK ……………………………..ENGKAE MAPPARUKKUSENG IBU …………………..RILANGKANA ASSOMMENGENNA ANAKKI ……………………….TIJJANI RILANGKANA

–     RIWATAKKI CINDE PAPPAKARAJA RIPAJUNGIKI LETTU PANGADERENG, RIPALETEKI RITALUTTU PAPPAKALEBBI.

–     NARAGA-RAGAKI PASSERE PADDUPPA GENRANG TETTE BALI SUMANGE’

–     RIPATTUPPUKI’ RISAPANA, MAJJULEKKAKI RIAPPANG APPANG MAKKATENIKKI RICOCCORENG

–     RIAMAPORIKI WE’ TUNE’ DAENG MABERE DATU SANGIANGSERI

–     RIPASSESU’’KI’ RISUMPANG LANGKANA, RIPADDIRATE’KI COKKONG RILAMMING ASSITARIMANGNGE

–     TEMMASALA RONNA REKKUA IKKENG MAI SILISE’ MELLAUADDAMPENG MARILALENG TEMMAGGANGKA REKKUA ENGKA ATASSALANGENG RILALENG PANGADERENG. TAPPARAJAYAKKI ADDAMPENG NAAJA TOSIRAMPENGENG LISE’ AMPELO

–     RAMPEYA GOLLA NAKURAMPEKI’ KALUKU, SENGE’KA SIMATA JARUNG NAKUBALI PASSENGERENG TOKKI SIPUPPURENG LINO

–     NENNIYA PAKKAWARUTTA RI ADA MAMASE-MASE MENASA RIYALAI TAJANGENG RI ATI

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

DISUSUN OLEH : ANDI NAJAMUDDIN PETTA ILE

Komentar yang Sopan

Please enter your comment!
Please enter your name here