TUMPUKAN GELAR YANG DISANDANG LA TENRI TATTA ARUNG PALAKKA

0
11
LA TENRI TATTA lahir di Lamatta, Mario ri Wawo, Soppeng, 15 September 1634 dan meninggal di Bontoala, 6 April 1696 pada umur 61 tahun. Gelarnya yang paling dikenal adalah ARUNG PALAKKA. Gelar ini kesohor ketika ia menjadi raja Palakka dan membebaskan rakyat Bone dan Soppeng dari cengkeraman Gowa.
LA TENRI TATTA adalah anak dari WE TENRI SUI DATU MARIO RIWAWO dengan suaminya yang bernama LA POTTOBUNE ARUNG TANA TENGNGA DATU LOMPULLE. Ibu dari We Tenri Sui adalah We Baji atau We Dangke Lebae ri Mario Riwawo dengan suaminya raja Bone ke-11 La Tenri Ruwa Arung Palakka MatinroE ri Bantaeng.
LA TENRI TATTA adalah sosok pribadi yang memiliki sifat peri kemanusiaan dan sosial yang tinggi. Jangankan harta benda, nyawapun diberikan siapapun membutuhkan bantuan. Karena itu, Latenri Tatta memiliki nama dan gelar cukup banyak, berbagai penghargaan yang diberikan dari kerajaan lain baik berupa benda maupun nama gelar sehingga bila ingin disebut semuanya bisa menjadi barisan kalimat nama yang panjang.
Kata Arung Palakka hanyalah sebuah gelar, untuk mengetahui siapakah nama sesungguhnya sang pembebas itu ?
Berikut daftar nama-namanya :
Arung Palakka adalah tokoh sentral yang mengubah jalannya percaturan kekuasaan di jazirah Selatan pulau Selebes pada Abad XVII. Dalam banyak buku tentang ketokohan dan perjuangannya, seringkali membuat pembaca, khususnya peminat Sejarah Sulawesi Selatan menjadi bingung karena banyaknya nama yang dilekatkan pada diri Arung Palakka. Berikut ini penjelasan satu persatu mengenai nama-namanya.
1.LA TENRI TATTA TOAPPATUNRU, adalah nama kecil dan nama remaja Arung Palakka. Kata depan “LA” pada depan namanya tersebut menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah (Laki – laki). Kata “TENRI” itu artinya Tidak, sedang TATTA bermakna kemauan keras tidak bisa dilarang. TOAPPATUNRU artinya adalah orang yang menundukkan. (TO = orang, APPATUNRU = yang menundukkan). Jadi, LA TENRI TATTA TOAPPATUNRU itu artinya Laki-laki yang tidak dapat dibatasi kemauannya tidak dapat ditundukkan.
2.DAENG SERANG adalah nama Arung Palakka saat berada di Makassar di mana waktu itu Bone dijajah oleh Gowa, Arung Palakka dan keluarganya dipekerjakan di rumah bangsawan tinggi Gowa sedang Orang Bugis Bone dan Soppeng lainnya menderita kerja paksa membangun benteng Makassar. Arung Palakka pun juga merasakan kerja paksa bersama rakyatnya tersebut).
3.DATU MARIORIWAWO, artinya Raja di Marioriwawo. Marioriwawo adalah kerajaan yang ada di Soppeng. Kerajaan ini adalah warisan dari ibunya, We Tenrisui Datu Mario Riwawo.
4.ARUNG PALAKKA, artinya Raja di Palakka. Palakka adalah salah satu kerajaan yang ada dalam wilayah Bone. Kerajaan Palakka adalah warisan dari kakeknya, La Tenri Ruwa Arung Palakka MatinroE ri Bantaeng (Raja Bone Ke-11). Menurut tradisi Kerajaan Bone bahwa, Yang berhak menjadi Raja di Palakka, berhak pula menjadi Raja di Bone (Arung Mangkaue’ ri Bone), namun tidak semua Raja Bone pernah menjadi Raja di Palakka.
5.PETTA MALAMPE-E GEMME’NA, artinya Raja yang berambut panjang. Nama ini terkait dengan sumpahnya bahwa Arung Palakka tidak akan memotong rambutnya jika belum berhasil membebaskan rakyatnya dari penjajahan Gowa. Petta itu sapaan atau sebutan untuk bangsawan Bugis, Malampe-e = panjang, Gemme’na = panjang rambutnya). Rambut Arung Palakka tersebut terus menyertai masa perjuangannya (1660 – 1667) dan nantilah dipotong setelah perjuangannya dianggapnya telah berhasil.
6.ARUNG UGI, artinya Raja Bugis, Kompeni Belanda menyebutnya Koningh der Bougis. Gelar ini melekat pada Arung Palakka setelah membebaskan negerinya dari cenkeraman kekuasaan Gowa dan menjadi Penguasa atasan Raja tertinggi semua negeri / kerajan Bugis. Ugi artinya Bugis.
7.PETTA TORISOMPAE, artinya Raja yang disembah. Gelar ini melekat pada Arung Palakka sebagai sebuah sebutan dari rakyatnya karena begitu diagungkannya sosoknya sebagai Pahlawan dan Raja yang berjasa menaklukkan kerajaan Gowa.
8.SULTAN SAADUDDIN, adalah nama atau gelar Islam untuk Arung Palakka
9.MATINROE RI BONTOALA, artinya yang meninggal di Bontoala, istananya di Makassar.
10. LA TENRI TATTA PAHLAWAN KEMANUSIAAN, adalah gelar yang diberikan kepada LA TENRI TATTA pada tahun 1990 pada masa pemerintahan Bupati Bone ke-13 Andi Syamsoel Alam (1988-1993). Namun sebelumnya telah dirintis oleh Bupati Bone ke-12 Andi Syamsu Alam (1983-1988). Andi Syamsoel Alam memiliki kepribadian yang menonjol senantiasa menjunjung tinggi sejarah dan budaya. Kemudian perjuangannya dilanjutkan oleh Bupati Bone ke-13 Andi Syamsoel Alam (1988-1993). Beliau juga dikenal memiliki kedisiplinan yang cukup tinggi, namun tidak melupakan apa yang telah dirintis pendahulunya. Memang NAMA kedua BUPATI BONE ini hampir sama namun berbeda, ANDI SYAMSU ALAM dan ANDI SYAMSOEL ALAM .
Sebenarnya masih ada lagi beberapa nama yang melekat pada diri Arung Palakka, Raja Bone XV ini, seperti Datu Pattiro, Datu Lamuru, dan lain sebagainya tapi tidaklah terlalu populer dan yang umum disebut adalah nama-nama di atas.

Komentar yang Sopan

Please enter your comment!
Please enter your name here