PERJANJIAN TELLUMPOCCOE, BONE-WAJO-SOPPENG, RIWAYATMU DULU

0
14

BOSOWA merupakan akronim tiga nama daerah Bugis yaitu Bone, Soppeng, dan Wajo yang telah berabad-abad menjalin persaudaraan. Sebenarnya kalau kita merujuk dari perjanjian TellumpoccoE yang benar adalah BOWASO ( Bone, Wajo, Soppeng ).
Dalam catatan sejarah dijelaskan bahwa Bone di bawah pemerintahan raja Bone ke-7 La Tenrirawe Bongkangnge ( 1544-1574 M ) beberapa kali mengalami bencana perang yang didalangi oleh pihak Gowa dan Luwu. Meskipun Bone selalu unggul, namun kerajaan Bone menderita kerugian harta benda dan sumber daya manusia serta kehidupan sosial budaya.
Untuk memperkuat Bone sebagai suatu kerajaan yang tangguh, raja Bone La Tenrirawe Bongkangnge menjalin hubungan kerja sama dengan Arung Matowa Wajo yang bernama La Mungkace Touddamang, serta Datu soppeng yang bernama La Mappaleppe PollipuE.
Maka diadakanlah pertemuan di Cenrana ( Sekarang Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone) untuk memperkuat hubungan antara Kerajaan Bone, Wajo dan Soppeng. Adapun kesepakatan yang diambil di Cenrana adalah ketiga kerajaan tersebut akan mengadakan pertemuan lanjutan di Timurung ( Sekarang Desa Timurung Kecamatan Ajangale kabupaten Bone dan dulu dusun Bunne adalah salah satu dusun desa Timurung sebelum terjadi pemekaran desa).
Sampai waktu yang telah ditentukan, maka berkumpulah orang Bone, Soppeng, dan Wajo di suatu tempat yang bernama Bunne Timurung ( Sekarang dusun Bunne masuk wilayah Desa Allamungeng Patue setelah terjadi pemekaran desa ).
Adapun yang hadir pada saat itu dari masing-masing tiga kerajaan adalah, yakni :
1. Dari kerajaan Bone, yakni Arungpone Latenrirawe Bongkangnge, dan Lamellong Kajaolalliddong, serta pembesar kerajaan Bone lainnya.
2. Dari kerajaan Wajo, yakni Arung Matowa Wajo La Mungkace Touddamang, Pillae, Cakkuridie, Pattolae, serta pembesar kerajaan Wajo lainnya.
3. Dari kerajaan Soppeng, yakni Datu Soppeng La Mappaleppe Ponglipue, Arung Bila, Arung Pangepae, Arung Paddarengnge dan pembesar kerajaan Soppeng lainnya.
Adapun percakapannya sebagai berikut (Terjemahan dalam bahasa Indonesia) :
Arung Matowa Wajo bertanya kepada Arungpone : (Bagaimana mungkin Arungpone untuk kita hubungkan tanah kita bertiga, sementara Wajo adalah kekuasaan Gowa, kemudian kita tahu bahwa antara Bone dan Gowa juga memiliki hubungan yang kuat ?).
Arungpone menjawab : ( Itu pertanyaan bagus Arung Matowa, tetapi yang menjalin hubungan di sini adalah Bone,Soppeng, dan Wajo. Selanjutnya Bone menjalin hubungan dengan Gowa. Kalau Gowa masih mau menguasai Wajo,maka kita bertiga akan melawannya). Pernyataan Arungpone tersebut disetujui oleh Arung Matowa Wajo.
Berkata pula Datu Soppeng La Mappaleppe: ( Bagus sekali pendapatmu Arungpone, tanah kita bertiga bersaudara, tetapi saya minta agar tanah Soppeng adalah pusaka tanah Bone dan tanah Wajo. Sebab itu yang namanya bersaudara berarti sejajar).
Arungpone menjawab : ( Bagaimana pendapatmu Arung Matowa, sebab menurutku apa yang dikatakan oleh Datu Soppeng adalah benar).
Arung Matowa menjawab : ( Saya kira tanah kita bertiga akan rusak apabila ada yang namanya sipoana ( ada yang menganggap dirinya tua dan ada yang muda ).
Berkata lagi Arungpone : ( Saya setuju dengan itu, tetapi tidak apalah saya berikan kepada Soppeng Gowa-gowa dan sekitarnya untuk menambah daki agar tanah kita bertiga tetap bersaudara).
Berkata pula Arung Matowa Wajo : ( Bagus pendapatmu Arungpone, saya juga kan berikan Soppeng penambah daki yaitu Baringeng, Lompulle dan sekitarnya.
Mulailah saat itu wilayah Gowa-gowa ( Kecamatan Lilirilau), Baringeng dan Lompulle telah menjadi daerah kekuasaan kerajaan Soppeng.
Datu Soppeng dan Tau Tongengnge berkata : ( Terima kasih atas maksud baikmu itu, karena tanah kita bertiga telah bersaudara, tidak saling menjerumuskan kepada hal-hal tidak di kehendaki, kita bekerja sama dalam hal yang kita sama kehendaki ).
Berkata Arungpone dan Arung Matowa Wajo : ( Kita bertiga telah sepakat, mari kita mengucapkan ikrar).
1. Malilu sipakainge, Rebba sipatokkong, Siappidapireng riperi nyameng (Memperingati bagi mereka yang tidak mentaati kesepakatan, saling menegakkan jika ada yang tersungkur dan saling membantu dalam suka duka).
2. Tessibaiccukeng, Tessiccinnaiyyang ulaweng matasa,Pattola malampe, Waramparang maega pada mallebbang ri saliweng temmalebbang ri laleng (Tidak akan saling mengecilkan peran, tidak akan saling menginginkan perebutan takhta dan pergantian putera mahkota dan tidak saling mencampuri urusan dalam negeri).
3. Teppettu-pettu siranreng sama-samapi mappettu, Tennawa-nawa tomate janjitta, Tennalariang anging ri saliweng bitara, Natajeng tencajie, Iya tea ripakainge iya riduai, Mau maruttung langie, Mawoto paratiwie temmalukka akkulu adangetta, Natettongi dewata seuwae (Tidak akan putus satu-satu melainkan semua harus putus, perjanjian ini tidak akan batal karena kita mati dan tidak lenyap karena dihanyutkan angin keluar langit, mustahil terjadi, siapa yang tidak mau diperingati dialah yang akan diserang kita berdua, walaupun langit runtuh dan bumi terbang, perjanjian ini tidak akan batal dan disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa ( Dewata seuwae).
4. Sirekkokeng tedong mawatang, Sirettoang panni, Sipoloang poppa, Silasekeng tedong, Siteppekeng tanru tedong (Saling menundukkan kerbau yang kuat, Saling maematahkan paha, Saling mengebirikan kerbau. Artinya mereka akan saling memberikan bantuan militer untuk menundukkan musuh yang kuat).
5. Tessiottong waramparang, Tessipalattu ana’parakeana (Saling menundukkan kerbau yang kuat, Saling maematahkan paha, Saling mengebirikan kerbau. Artinya mereka akan saling memberikan bantuan militer untuk menuntukkan musuh yang kuat ).
Setelah mereka mengucapkan ikrar/ perjanjian, maka sebagai tanda sahnya ikrar/perjanjian tersebut maka mereka bertiga menenggelamkan batu (Mallamumpatu) yang disaksikan dewata seuwae. Siapa yang mengingkari perjanjian ini dia akan ditindis oleh batu itu.
Situs perjanjian yang menyerupai anglo tersebut adalah batu besar ( Bone) yang menandakan BONE SAUDARA TUA, kemudian agak kecil WAJO SAUDARA TENGAH dan paling kecil adalah SOPPENG SAUDARA BUNGSU.
Sejak itulah istilah Mallamungeng PatuE ri Timurung dikenal dengan Persekutuan Tiga Kerajaan TellumpoccoE (Bone, Wajo, Soppeng).
Begitu indah dan sakralnya perjanjian tak terbatas di atas, jadi tidak ada alasan bagi kita sebagai generasi saling merendahkan antara satu dan yang lainnya.
Oleh : Mursalim

Komentar yang Sopan

Please enter your comment!
Please enter your name here