NILAI DIBALIK MASSAUNG MANU

0
1

SELASAR BUGIS : NILAI DI BALIK PERMAINAN MASSAUNG MANU’

1. TELUSUR SEJARAH MASSAUNG MANU’
Massaung Manu’ yang sering disebut Mappabbite Manu’ dalam bahasa Indonesia berarti Sabung Ayam adalah sebuah permainan khususnya di kalangan Bugis. Massaung’ Manu’ dahulu hanya dilakukan para raja dan bangsawan Bugis untuk memeriahkan pesta-pesta adat seperti: panen raya, pelantikan raja, perkawinan, dan ajang persahabatan antar kerajaan.

Konon awalnya, permainan Massaung Manu’ ini bermula dari kegemaran para raja yang sering mempertarungkan pemuda-pemuda di seluruh wilayah kerajaannya untuk mencari tubarani-tubarani atau laskar-laskar pemberani kerajaan yang akan dibawa ke medan pertempuran. Jadi, pada waktu itu yang disabung bukanlah ayam melainkan manusia.

Namun, kemudian, mungkin karena berbagai pertimbangan dan semakin jarangnya terjadi peperangan antarkerajaan, pertarungan antarmanusia itupun berubah menjadi pertarungan antarayam yang dinamakan “MASSAUNG MANU’ atau MAPPABBITTE MANU’.

Pada waktu itu permainan tidak hanya dilakukan di dalam sebuah kerajaan, tetapi juga antarkerajaan yang tujuannya tidak hanya untuk hiburan tetapi juga sebagai AJANG ADU PRESTASI, dan GENGSI. Pemilik yang ayamnya selalu menang akan dianggap sebagai orang yang berhasil melatih ayam aduannya, dan kedudukannya akan dipandang lebih tinggi di kalangan para pengadu ayam.

Kemudian, ayam aduan yang selalu menang dalam pertarungan akan menjadi “Maskot” kerajaan sebagai lambang keberanian. Nama pemiliknya pun akan dikenal oleh seluruh penduduk, baik di dalam maupun di kerajaan-kerajaan lainnya. Bahkan, ketika itu banyak pahlawan Bugis yang sering menggunakan julukan yang sama seperti nama-nama ayam yang terkenal di daerahnya masing-masing, misalnya, Bakka Marowwe’na Bukaka, Barumpungna Sailong, I Segong Ri Painaikang, Buleng Lengna Lantebung, Cambang Toana Labbakang, Korona Jalanjang, Campagana Maccinibaji dan lain sebagainya.

Dalam perkembangannya, permainan yang disebut sebagai Massaung Manu’ ini tidak hanya dimainkan oleh kaum bangsawan saja, melainkan juga oleh oleh rakyat jelata. Permainan juga dapat dilakukan kapan saja, tanpa harus menunggu adanya pesta-pesta adat terlebih dahulu. Dan permainan Massaung Manu’ ini tidak sekadar hiburan tetapi menjadi sarana belajar strategi perang bagaimana teknik untuk mengalahkan lawan.

Saat ini permainan Massaung Manu’ dilarang oleh pemerintah, disamping karena banyak yang menyalahgunakan yang lebih menekankan pada motif perjudian. Padahal, bagi masyarakat “tradisional” Bugis, menganggap bahwa sesuatu yang berlaga hingga mengeluarkan darah, dipercaya akan menambah keberanian dan kesaktian.

Sebelum Manurungnge ri Matajang Raja Bone pertama, perrmainan Massaung Manu’ ini sudah sering dilakaukan antarkalula (kampung). Kemudian berkembang pada pemerintahan raja Bone ke-7 Latenri Rawe Bongkangnge. Pada waktu itu permainan Massaung Manu’ ini selain sebagai hiburan pada masa itu juga sebagai ajang dalam melakukan persahabatan antara kerajaan Bone, Wajo, dan Soppeng.

Efek dari permainan Massaung Manu’ ini ternyata dijadikan bahasa simbolis oleh Pabbicarana Bone Lamellong Kajao Lalliddong, ia berkata :
“ENGKA TU MATU NARIOLOI DUA WETTU, IYANARITU WETTU MANU’ SIBAWA WETTU PENYNYU.
NAIYYA TANRANNA WETTU MANUE  ITAI KEDONA MANU’ MABBITTE-E, SIKOMUATU MABBITTENA LUPPE’NI SALASSEDDINNA MENRE’ RI COPPOE BOLAE NATTINGKOKO TONGENG, NA DE MANU BALI TINGKOKONA , LUPPE’NI RO RI TANAE, MAKKALLEJJA’NA AJENA RI TANAE RILELULLUNNA RI MANU’ NAEWAE MALLOTTENG DENRE.
Menurut Kajao Laliddong: “ IYATU DENRE MANU’ MATTINGKOKOE RI COPPO BOLAE IYANARITU MANU’ CAU. MAKKUANIRO GAUNNA TOMASENG ENGNGI ALAENA AJJOARENG “

Terjemahan bebas :

Ada masa kita akan lewati dua waktu/zaman/era, yaitu zaman Ayam dan Penyu, ada tanda zaman Ayam adalah lihatlah perangai ayam yang di sabung, tak begitu lama ia berlaga lompatlah satu naik ke atap rumah sambil berkokok , dan ketika tidak dibalas kokokannya oleh lawannya, ia melompat turun ke tanah, sesampai kakinya di tanah ia pun dikejar dari ayam lawannya tadi, yang berkokok di atap rumah adalah ayam pengecut karena ia berkokok seakan berkata saya adalah kesatria, begitulah karakter orang yang menganggap dirinya pemimpin yang baik (ungkapan pembalikan makna Kajao Lalliddong).

2. JUMLAH PEMAIN MASSAUNG MANU’

Jumlah pemain Massaung Manu’ tidak dibatasi. Namun, untuk satu kali pertandingan hanya diikuti oleh dua orang peserta karena ayam yang akan diadukan harus satu melawan satu. Massaung Manu’ hanya dimainkan oleh laki-laki, dari usia remaja hingga orang dewasa ataupun orang tua.

3. TEMPAT PERMAINAN MASSAUNG MANU’

Permainan Massaung Manu’ dapat dilakukan di mana saja, asalkan memiliki arena yang berbentuk lingkaran atau persegi empat seluas sekitar 5 x 5 meter. Jadi, bisa di pekarangan rumah maupun lapangan. Permainan ini biasanya dilakukan pada pagi atau sore hari.

4. PERALATAN PERMAINAN MASSAUNG MANU’

Peralatan yang digunakan dalam permainan ini adalah: ayam, taji, dan kayu bercagak (kayu bertangkai). Ayam yang akan diadu bukan sembarang ayam, tetapi ayam jantan yang dinilai kuat, besar dan tangguh dalam bertarung. Sebelumnya, ayam-ayam yang telah dipilih menjadi ayam aduan biasanya dirawat dengan sangat baik.
Adakalanya ayam-ayam aduan ini dimantrai atau dijampi-jampi agar dapat mengalahkan lawannya. Taji adalah senjata yang diikatkan pada kaki ayam agar serangannya efektif dan mematikan. Alat ini terbuat dari logam dan berbentuk runcing menyerupai keris atau badik kecil. Kayu bercagak pada saatnya akan diselipkan di leher ayam yang kalah untuk dipatuk oleh ayam yang menang. Bercagak artinya kayu bercabang untuk penopang.

5. ATURAN PERMAINAN MASSAUNG MANU’

Peraturan permainan Massaung Manu’ tergolong sederhana, yaitu apabila dua ekor ayam jantan diadukan dan salah satu diantaranya kalah atau mati, maka ayam yang dapat mengalahkannya dinyatakan sebagai pemenang.

6. PROSES PERMAINAN MASSAUNG MANU’

Permainan dimulai dengan pengundian untuk menentukan ayam siapa saja yang nantinya mendapat giliran untuk bertarung. Setelah urutan peserta yang ayamnya akan bertarung ditetapkan, maka bagi yang mendapat giliran pertama akan memasukkan ayamnya ke dalam arena.

Kemudian, ayam-ayam tersebut oleh pemiliknya akan dipasangi sebilah atau dua bilah taji, bergantung kesepakatan para pemilik ayam. Orang Bugis menyebut pemasangan taji ini sebagai rinrelengngi, sedangkan orang Makassar menyebutnya nibulanggi.
Setelah itu, ayam diadu sampai ada yang kalah atau mati. Pada saat kedua ayam berlaga, penonton bersorak-sorai menyemangati ayam yang dijagokannya. Sementara, pemilik ayam berkeliling, menyemangati ayamnya dengan teriakan, dan sekaligus  mengawasinya dan berjaga-jaga. Ayam yang “KALAH” lehernya akan dijepit dengan kayu bercagak. Kemudian, ayam yang menang harus mematuk kepalanya sebanyak tiga kali. Jika ayam yang menang itu tidak dapat mematuk sebanyak tiga kali, maka permainan dianggap seri.

7. NILAI BUDAYA MASSAUNG MANU’

Walaupun pemerintah dan sebagian masyarakat Bugis menganggap bahwa permainan Massaung Manu’  bertentangan dengan aturan berlaku karena atas penyalahgunaan dengan cara taruhan uang, namun terlepas dari masalah itu sesungguhnya permainan ini mempunyai nilai yang sangat berguna dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Adapun nilai-nilai dalam permainan Massaung Manu’ itu adalah: kerja keras, kreativitas, dan sportivitas.

Nilai KERJA KERAS itu tercermin dari perawatan ayam aduan yang dilakukan dengan sangat baik melebihi perawatan ayam-ayam biasa yang bukan aduan. Di samping merawat, pemilik ayam juga harus melatih ayam aduannya agar semakin lihai dalam bertarung.

Nilai KREATIVITAS tercermin dari cara-cara yang dilakukan oleh pemilik ayam dalam memilih ayam aduan yang baik dan dalam menggunakan peralatan-peralatan khusus seperti TAJI agar ayamnya dapat menang secara cepat dan efektif.

Dan, nilai SPORTIVITAS tercermin tidak hanya dari sikap para pemain yang tidak berbuat curang saat berlangsungnya permainan, tetapi juga mau menerima kekalahan dengan lapang dada ketika ayamnya kalah atau mati.

Oleh Mursalim

Komentar yang Sopan

Please enter your comment!
Please enter your name here