MISTERI TAPAK KAKI ARUNG PALAKKA

0
5
Arung Palakka sebelum menyeberang ke Buton ia melakukan ikrar atau janci , beliau menghentakkan kakinya setelah mengikatnya pada akar pohon beringin sebagai suatu tanda ikrar dan nampaklah pada hentakan kaki itu di atas sebuah batu dilereng bukit Cempalagi yang masih berada di pinggir laut.
Bekas tapak kaki Arung Palakka ini panjangnya kurang lebih 75 cm. Di bekas tapak inilah bila mana air laut surut maka bekas pijakan kaki tersebut akan terlihat dengan jelas. Tapak itu menyerupai sebuah wadah mengandung air tawar yang seharusnya asin karena berada di bawah permukaan laut.
Banyak orang yang berkunjung untuk mendapatkan air suci itu yang dianggapnya sebagai air yang memiliki tuah. Kegiatan seperti itu terjadi dari dulu dan masih berlangsung hingga kini.
Termasuk beruntung seseorang kalau bisa melihat dan mendapatkan air pada tapak tersebut. Jika ingin melihat bekas tapak kaki Arung Palakka harus menunggu air surut.
Di sekitar gunung itu ada beberapa mulut gua yang di dalamnya penuh stalagtit dan stalagmit yang tergolong indah dan bahkan menurut pengakuan masyarakat setempat bahwa di dalam gua itu terdapat lorong panjang yang tembus dengan Tanjung Pallette yang berjarak 2 km. Gua inilah yang disebut Gua Janci.
Di dalam gua itu terdapat sungai air tawar yang mengalir cukup dalam agak sulit ditempuh. Untuk mencapai sungai itu kita harus berjalan merangkak. Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi petualang. Di sungai itu hidup komunitas ikan Arwana.
Konon, Gua dan sungai di bukit Cempalagi tersebut saling terhubung dengan Gua Mampu Kecamatan Dua Boccoe, Lanca Kecamatan Tellu Siattinge, Salo Marungnge Kecamatan Palakka.
Bekas tapak kaki Arung Palakka di kaki Bukit Cempalagi Kecamatan Awangpone, sampai saat ini masih meninggalkan misteri. Di perut bukit tersebut banyak fenomena alam dan peristiwa sejarah yang terjadi dimasa lalu.
Oleh Mursalim

Komentar yang Sopan

Please enter your comment!
Please enter your name here