Kisah Pak Kalawater Bone

13
Menuru kisah H. Andi Bahram Sebbu Petta Lolo, Pak Kalawater adalah Kepala Penjara Caloko Salekoe Bone tahun 1965 pada waktu pergerakan penumpasan PKI di Bone. Pemuda Ansor Bone pada saat itu menyisir anggota PKI di dua Kampung yaitu Kampung Jawa Bone dan Kampung Jawa Panre Bessie di Saliweng Benteng.

Semua tahanan politik era itu termasuk anggota PKI yang disisir ditahan dan dipenjara di Caloko Salekoe Bone Jalan MH Thamrin Watampone sekarang dan kebetulan pada waktu itu Rumah Tahanan Caloko Salekoe dipimpin oleh Pak Kalawater.

Pada pergerakan tersebut, massa Gerakan Pemuda Ansor pimpinan Andi Haruna Teko-Teko merapat ke Penjara Caloko Salekoe bersama-sama masyarakat berupaya untuk menumpas para tahanan PKI tetapi tidak dibendung oleh petugas penjara pada saat itu dan bapak Kalawater menjadi salah satu korban musibah pada penyerangan itu.

Pak Kalawater  dimakamkan di area Penjara Caloloko Salekoe oleh masyarakat.  Area Penjara Caloko Salekoe Bone kini menjadi tempat budidaya bunga-bunga oleh masyarakat setempat. Sebelum menjadi area budidaya bunga sebagai tempat pemotongan hewan di Bone.

Lanjut Andi Bahram Sebbu, mayat-mayat anggota PKI pada saat itu diarak bersama menuju tempat pemakaman di Salo Merungnge Ureng Pasempe kecamatan Palakka sekarang.

Dahulu di Bone ada dua tempat tahanan yaitu di Caloko Salekoe Jalan MH Thmarin sekarang dan Tahan Seroja jalan Besse kajuara (Sekretariat Partai Golkar Sekarang). Seiring perkembangan  penjara Caloko salekoe dan Penjara Seroja disatukan menjadi di Jalan Merdeka watampone.

Setelah penjara berubah nama menjadi lembaga pemasyarakatan (Lapas) maka Kemudian Tahun 80-an Penjara Jalan Merdeka dipindahkan ke Kelurahan Cellu kecamatan Tanete Riattang Timur menjadi Lapas Watampone Kabupaten Bone sampai sekarang.

Sementara itu, Andy F.Noya pembawa acara talkshow ” Kick Andy ” di Metro Tv mengaku memiliki hubungan emosional dengan Bone. Hal tersebut diungkapkan saat Andy F.Noya memandu acara Talkshow di Aula Kantor gubernur Provinsi Sulawesi Selatan yang diselenggarakan dalam rangka Sulsel Book Fair 2015 atau pekan perpustakaan tingkat provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (12/05/2015 lalu.

Andy Flores Noya adalah wartawan dan presenter televisi Indonesia. Ia lebih dikenal ketika membawakan acara Kick Andy. Ia memaparkan bahwa dirinya memiliki hubungan Emosional dengan Bone. Kakek Andy F.Noya yang bernama Kalawater pernah menjadi kepala Penjara di Watampone tahun 1965.

Namun dalam peristiwa G.30 S PKI tahun 1965 kakeknya itu dibunuh  oleh gerombolan G.30 S PKI lalu dibuang di suatu sumur. Menurut Andy F Noya pada tengah malam kemudian hadir segerombolan orang mengambil mayat kakeknya tersebut kemudian membawanya entah ke mana sehingga kuburan kakeknya hingga saat ini masih misteri. 
Baca Juga : Andy F. Noya Mengaku Miliki Hubungan Emosional dengan Bone

KOMENTAR ANDA

Please enter your comment!
Please enter your name here