BONE SEMAKIN HEBAT

0
1
Pada Tanggal 6 April 2016, Bone memasuki usianya yang ke enam ratus delapan puluh enam tahun (686). Usia yang dianggap cukup tua sejak berdirinya pada tahun 1330 Masehi. Rentang waktu yang cukup panjang itu diwarnai setumpuk episode panggung sejarah yang mengisahkan rasa suka, duka, sedih, gundah dan membahana hingga ke ngarai, lembah,jurang, gunung dan lautan.

Sejak masa Sianrebale antar kalula atau anang yang diakhiri seorang tokoh dengan gelar Manurungnge ri Matajang sekaligus didaulat sebagai Raja Bone Ke-1 tahun 1330. Dikultuskan sebagai to Manurung karena mampu mengendalikan suasana dan mendamaikan orang-orang Bone dalam episode sejarah yang paling mematikan itu, yakni pergolakan Sianrebale. Siapa yang kuat itulah pemenangnya yang biasa disebut hukum rimba.

Dalam bahas Bugis Bone Sianrebale disimbolkan sebagai ibarat ikan yang memangsa saudara bahkan anaknya sendiri. Walaupun ada juga jenis ikan yang memasukkan anaknya ke dalam rongga mulutnya sekadar mengamankan gangguan dari binatang lainnya tetapi tidak memangsanya.

Sehingga Sianrebale dimaknai sebagai di mana pada waktu itu orang-orang saling menyerang dan membunuh baik perorangan maupun kelompok. Mereka masing-masing mencari strategi-politik bagaimana mengalahkan lawan-lawanya demi menguasai kelompok lainnya untuk menancapkan kekuasaan.

Inilah barangkali hal ikhwal yang menyebabkan orang-orang Bone dikenal pandai dalam politik sampai saat ini. Jadi Bone pernah Sianrebale karena politik bukan karena kekosongan perut alias kelaparan seperti daerah lainnya pada waktu itu.

Bone dengan bentangan alam yang di dalamnya banyak menyimpan potensi dan misteri. Ada laut, ada daratan, ada gunung karena begitu lengkapnya sehingga leluhur Bone mengatakan ” Makkoddang ri Tasie, Massulappe ri Pottanangnge, Mangkalungung ri Bulue ” atau sebaliknya ” Mangkalungung ri Bulue, Massulappe ri Pottanangnge, Makkoddang ri Tasie. Gunung sebagai bantal, Darat sebagai bantal guling, Laut sebagai kasur.

Kita kembali kesubtansinya, sejak kerajaan Bone bergabung ke NKRI pada tanggal 4 Juli 1959 yang sekaligus awal terbentuknya Kabupaten Bone. Sejak itu pula Kabupaten Bone sudah dipimpin sebanyak 16 Kepala Daerah / kepala Afdeling hingga sekarang. Jika dihitung berarti Kabupaten Bone beranjak pada usia 57 tahun pada tanggal 4 juli 2016 (1959-2016)

Hari Ulang Tahun ke-686 Bone berarti bukanlah ulang tahun kabupaten Bone yang diperingati akan tetapi ulang tahunnya Bone sejak masa kerajaan sampai sekarang ini (1330-2016). Tujuan peringatan hari jadi Bone adalah bagaimana mereflesikan hegemoni Bone pada masa lalu sebagai sumber pembelajaran (edukasi) baik dari sisi sejarah, budaya, hingga sekarang ini terkait hasil-hasil pembangunan yang sedang dan sudah dicapai.

Sejatinya dalam merayakan ulang tahun Bone berarti seluruh orang Bone tanpa terkecuali mulai dari dusun, desa, kecamatan, Kota, hingga mereka yang berdomisili di luar negeri harus berpartisipasi. Bukan sekadar dirayakan oleh sekelompok organisasi atau lainnya. Jadi seluruh kegiatan melibatkan orang-orang Bone.

Alangkah indahnya seandainya orang Bone di Jakarta, Malaysia, Brunai, ataupun di lima Benua pulang ke Bone dan berkumpul bersama keluarga untuk merayakan hari ulang tahun tanah leluhurnya. Semakin hebat lagi ketika mereka bergabung dalam bentuk karnaval. Inilah orang Bone dari Malaysia, Inilah orang Bone dari Singapura, Inilah orang Bone dari Amerika, dan inilah … dan inilah … wow … Bone Hebat Pasti. Sekali setahun kan ?

Disadari, Pemerintah daerah tentu mempunyai keterbatasan baik kemampuan berpikir maupun anggaran untuk membangun Bone. Dengan hadirnya seluruh orang Bone dan berkumpul menjadi satu kemudian turut menyumbangkan tenaga dan pikiran-pikirannya, niscaya Bone akan lebih maju lagi. Membangun Bone dengan YASSIBONEI. Yakinlah Bone Semakin Hebat
(Oleh Mursalim)

Komentar yang Sopan

Please enter your comment!
Please enter your name here