Nyanyian Perang Suku Bugis

0
1

Bisa dibayangkan betapa dahsyatnya perlawanan prajurit Bugis dalam menghadapi bebagai serangan kolonial di Sulawesi Selatan. Kegigihan dan keperkasaan disenandungkan dalam berbagai nyanyian perang. Prajurit Bugis menyebut nyanyian perang itu sebagai elong osong.

Berikut elong osong yang yang sering diucapkan prajurit Bugis sebelum berangkat medan perang. Mereka tampil di depan raja dengan semangat membara memegang keris sembari mengacungkan ke langit sesekali menghujam ke bumi. Mereka menawarkan jiwa raganya menebus kebebasan dalam belenggu penjajahan.

Iyya bela, Iyya Pakkanna
E … lakallolo magi muonro
Aga dega muissengngi makkedae
Pitu anak dara mabbaju eja
Tajekko ri pammassareng

Lesseko keloe ri tengngana jekkangnge
Nataliangngao gajang
Labetta massola-solae
Sola-sola mate temmassola-sola mate
Lebbini mate massola-solae

Terjemahan :
Wahai sekalian seluruh pasukan perang
Wahai anak muda mengapa tersendat maju
Apakah engkau tak tahu bahwa
Tujuh bidadari berbaju merah
Menunggumu di pusara

Menghindarlah kalian di tengah jalan
Nanti tersenggol senjata
Si pemberani tak takut mati
Pemberani akan mati
Yang tak beranipun akan mati
Lebih baik mati sebagai pemberani

Senandung nyanyian perang tersebut di atas alunannya terkadang melampaui batas-batas wilayah. Ketika nyanyian perang ini disenandungkan di tempat lain, maka alunannya pun melampaui batas wilayah daerah kekuasaannya.

Persoalannya sekarang sejauh mana perjuangan yang dikobarkan para pendahulu yang melampaui batas-batas wilayah dan kawasannya itu setajam pembela masa kini. Intinya bukan karena peristiwa dan kejadiannya melainkan fisafat sejarahnya.

Komentar yang Sopan

Please enter your comment!
Please enter your name here