Bupati Bone Perintahkan Pakai Songkok To Bone, Perlu Diapresiasi

0
2

Bupati Bone Dr.H.Andi Fahsar Mahdin Padjalangi,M.Si. memerintahkan pemakaian Songkok To Bone bagi kalangan PNS lingkup Pemkab Bone perlu diapresiasi dan mendapat dukungan. Hal ini salah satu bukti kepedulian pemerintah kabupaten Bone dalam mengangkat harkat dan martabat orang Bone.

Bone dikenal sebagai salah satu kerajaan besar yang pernah ada di Nusantara mempunyai spesifikasi tersendiri dibanding daerah lainnya. Bone yang dijuluki Bumi Arung Palakka ini banyak melahirkan pemimpin baik skala regional, nasional, maupun internasional.

Orang Bone adalah etnik Bugis berjiwa petarung apabila mereka berada di daerah lain tak pernah lupa adat istiadat leluhurnya baik prilaku dan karakternya. Dari sisi komunikasi bahasa saja sangat mudah diterka kalau dia orang Bone. Selain itu, kemanapun ia pergi mereka selalu membawa sarung. Walaupun sudah ada celana panjang namun Raja-raja Bone masa lalu selalu menggunakan sarung dengan cara mabbida’ (memakai sarung bagian atas digulung di pinggang).

Songkok To Bone yang dikenal buah tangan orang Bone tersebut diciptakan tahun 1683 dan dipakai oleh pasukan kerajaan Bone yang dipimpin Arung Palakka sebagai identitas. Pada saat itu disebut songkok recca’ masih polos seperti warna serat pelepah lontar yakni putih kecoklatan. Cara pembuatannya menggunakan semacam pola yang disebut assareng terbuat dari kayu nenas.

Dalam perkembangannya, Songkok recca kemudian bertambah namanya menjadi Songkok Pamiring berwarna hitam dan bagian tengahnya bercorak emas yang khusus dipakai dikalangan raja dan ponggawa kerajaan Bone pada masa pemerintahan Raja Bone ke-32 La Mappanyukki tahun 1931. Perubahan warna dari putih kecoklatan menjadi hitam dilakukan dengan cara menenggelamkan ke lumpur selama satu bulan.

Selanjutnya songkok recca-songkok pamiring-bertambah nama menjadi songkok to Bone pada tahun 1959 sampai sekarang setelah kerajaan Bone resmi bergabung dengan NKRI. Sejak itulah songkok bersejarah ini siapapun orang Bone bisa memakainya sehingga dinamakan Songkok To Bone, artinya songkoknya orang Bone. Demikian sejarah perjalanan penamaan songkok reca-songkok pamiring hingga songkok to Bone. (Mursalim)

Komentar yang Sopan

Please enter your comment!
Please enter your name here