Konsep Ininnawa

1. Sedaun Sirih

 

Kegagalan sesuatu yang lumrah dalam segala hal. Sebagai manusia biasa tentu pernah mengalaminya baik kegagalan dalam rumah tangga maupun kegagalan di bidang lainnya seperti  ekonomi, sosial, politik dan lain sebaginya.  Jika meninjau dari sejarah perencanaan yang ada di negeri ini, maka akan dapat  terlihat beberapa kegagalan dalam dunia perencanaan pembangunan di Indonesia, namun kegagalan yang terjadi bukanlah terletak pada kapasitas perencana, baik badan maupun kemampuan individu dari perencana maupun pejabat perencana itu sendiri, namun lebih kepada 4 faktor penyebab yaitu :

 

1. Kondisi Politik.
2. Kemampuan pengimplementasian.
3. Kesesuaian aspek kelembagaan dengan perubahan ekonomi dan politik regional dan global.
4. Tuntutan daerah dalam hal pemerataan pembangunan.

 

Keempat hal inilah yang menjadi permasalah pembangunan menurut buku Perencanaan Dan Pengembangan Wilayah, jika di tinjau ulang memang benar adanya, tak jarang berbagai hal yang  telah direncanakan oleh Planner terkadang tidak diterima di parlemen dan terkadang ketika  sampai diranah politik tak jarang menjadi mengedepankan kepentingan kelompok tertentu yang  tidak lagi mengedepankan kepentingan khalayak banyak, sikap keegoisan-pun tak jarang muncul  dipermukaan dan ditambah lagi di tingkat parlemen yang membahas mengenai perenacaan  pembangunan bukanlah orang – orang yang ahli dibidang tersebut. Dan ditambah lagi buruknya  pengimplementasian rencana yang telah dibuat, kemampuan menyesuaikan perencanaan dengan  jadwal dan cakupan anggaran masih sangat buruk sehingga tak jarang sebuah rencana hanya  menjadi konsep atau draft semata yang tidak tahu kapan akan dilaksanakan. Hal – hal yang  sedemikan itulah yang terkadang menjadi permasalahan dan kegagalan dalam perencanaan. Namun  dengan hal dan permasalahan seperti itulah menjadi menarik untuk diselesaikan dan dipelajari  lebih lanjut didunia perencanaan wilayah dan kota. Kegagalan semakin diperparah oleh  partai-partai dengan menawarkan caleg-calegnya yang tidak memiliki kemampuan apa-apa alias  SDM-nya dipertanyakan. Sesungguhnya apa yang kurang?, barangkali ada mamfaatnya kalau disimak hasil renungan di bawah ini.

 

2. Pengertian Niat
Dalam bahasa Indonesia niat berarti keinginan seseorang dalam hatinya untuk  melakukan sesuatu. Sehingga dapat juga dikatakan pengertian niat dalam ibadah. Niat secara  bahasa adalah maksud dan keinginan hati untuk melakukan sesuatu.  Niat menurut syariat adalah keinginan hati untuk menjalankan ibadah baik yang wajib  atau yang sunnah. dan keinginan akan sesuatu seketika itu atau untuk waktu yang akan datang  juga disebut niat. Dengan demikian niat merupakan sesuatu harapan yang terkandung dalam hati  dengan harapan dapat terealisasi atau menjadi kenyataan apa yang diniatkan.

 

3. Pengertian Ininnawa
Ininnawa berasal dari kata nawa atau nawa-nawa. Nawa-nawa berarti sesuatu perencanaan  yang masih relatif. Entah nawa-nawa itu baik atau buruk dikategorikan nawa-nawa sehingga  bemakna umum, yakni bisa baik dan bisa juga buruk/jahat. Jika nawa-nawa itu baik maka disebut Ininnawa. Oleh karena itu Ininnawa merupakan hasil proses olah pikir yang lahir dari keharmonisan nalar dan kata hati yang tentunya memiliki niat yang luhur untuk mencapai harapan secara nyata sebelum melakukan sesuatu rencana. Otak melalkukan fungsi pikir berdasarkan Ininnawa yang menjadi dasar berpijak untuk memikirkan sesuatu. Sehingga otak melakukan tugasnya berdasarkan konsep ininnawa yang sudah terbentuk sebelumnya. Ininnawa merupakan hasil renungan kalbu yang suci bersih atau kata hati tanpa niat buruk. Bukankah  hati tidak pernah bohong ?. Hati tidak pernah bohong, namun yang sering bohong adalah mulut.

 

Selanjutnya, ” Narekko maeloko mpukke seuwwa jama-jamang, Pattepu memenni ri  Ininnawamu “. Artinya kalau engkau merencanakan suatu pekerjaan maka selesaikanlah dahulu  pekerjaan di dalam niatmu yang tulus.Demikian petuahleluhur Bugis. Hal ini bukanlah berarti  mendahului takdir allah melainkan mengandung arti yang sangat dalam, bahwa untuuk melakukan  suatu rencana atau pekerjaan sebaiknya rencana tersebut dipikirkan secara matang berdasarkan ininnawa. Segala sesuatu pekerjaan apabia sebelumnya dipikirkan secara matang maka akan  mendapatkan hasil sesuai harapan kita. ” “Masolammua Mapatae, masolappi dua tellu massola-solae ” Artinya binasa orang yang berhati-hati setelah binasa orang yang tidak berhati-hati.

 

Ungkapan di atas masih sering digunakan sebagai petuah orang tua kepada anaknya.  Agar sang anak selalu berhati-hati dalam melangkah agar tidak mendapat bahaya atau  kesukaran. Semua pekerjaan tidak boleh “Macapa’” atau memandang enteng semua pekerjaan. Untuk mencapai sukses dalam sebuah pekerjaan maka janganlah memandang enteng pekerjaan itu.

 

” Aja’ Mupappadai Onde-onde na apangnge “. Artinya jangan samakan kue Onde-onde dengan kue apem karena kue onde-onde itu bisa dibuat dengan waktu singkat tetapi kalau kue apem (apang) haruslah bermalam dulu baru bisa dimakan yakni esok harinya sebab kue apem itu memerlukan proses pembuatan yang memerlukan waktu lama (dalam bahasa bugis Ripasawepa riolo inappa wedding rianre’). Hal ini berarti, bahwa suatu pekerjaan mempunyai tingkat kesukaran yang berbeda-beda, maka diperlukan kehati-hatian dalam proses implementasinya. bukanlah tiba masa tiba akal.

 

4. Peranan Ininnawa dalam Pembentukan Watak Sebagai Manusia
Disinilah peranan konsep ininnawa dalam hal pembentukan watak sebagai manusia. jika  segala sesuatu berawal dari ininnawa maka segala sesuatu yang akan dilakukan kalaupun  mendapat hambatan atau rintangan akan ada solusi dalam penyelesaiannya. (bersambung ….) 
(Mursalim)

BAGIKAN