Sosok Pemimpin Penipu Rakyat Menurut Kajao Lalliddong

15
 
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi dibanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik.

Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan sosial manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri.

Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik dan sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik. Persoalan kepemimpinan selalu memberikan kesan yang menarik. Literatur-literatur tentang kepemimpinan senantiasa memberikan penjelasan bagaimana menjadi pemimpin yang baik, sikap dan gaya yang sesuai dengan situasi kepemimpinan, dan syarat-syarat pemimpin yang baik. Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan. Suatu ungkapan yang mulia mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggungjawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahkan suatu ungkapan yang mendudukkan posisi pemimpin dalam suatu organisasi pada posisi yang terpenting.
Demikian juga pemimpin dimanapun letaknya akan selalu mempunyai beban untuk mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Membicarakan kepemimpinan memang menarik, dan dapat dimulai dari sudut mana saja ia akan diteropong. Dari waktu ke waktu kepemimpinan menjadi perhatian manusia. Ada yang berpendapat bahwa kepemimpinan sama tuanya dengan sejarah manusia. Kepemimpinan dibutuhkan manusia, karena adanya suatu keterbatasan dan kelebihan-kelebihan tertentu pada manusia.Namun, sayang seribu sayang ternyata  pernyataan di atas sangat bertolak belakang apa yang terjadi sekarang ini

Kajao Lalliddong

Kajao Lalliddong adalah seorang diplomat ulung dari Tana Bone. Disamping sebagai politikus handal pada masa lalu tenyata memiliki pandangan-pandangan yang jauh lebih baik dari pandangan para politikus dijaman sekarang. Politikus jaman sekarang umumnya memiliki konsep dan pandangan yang sarat retorika. Penjual obat di pasar juga memiliki kemampuan retorika akan tetapi masih bisa dipercaya karena dapat memberi bukti walaupun secara materil. Mestinya kita berkaca pada leluhur yang banyak memiliki pandangan yang briliant seperti Kajao Lalliddong.

Sosok Pemimpin yang Baik menurut Kajao Lalliddong :
1.Tidak membiarkan rakyatnya bercerai-berai;
2.Tidak memejamkan mata siang dan malam;
3.Menganalisis sebab akibat suatu tindakan sebelum dilakukan; dan
4.Raja harus mampu bertututur kata dan menjawab pertanyaan.

Sosok Pemimpin yang Menipu Rakyat menurut Kajao Lalliddong diimplementasikan sebagai :

1.Pemimpin yang membiarkan rakyatnya bercerai berai
2.Pemimpin yang membutakan mata padahal melihat
3.Pemimpin yang tuli padahal mendengar
4.Pemimpin yang menciptakan perselisihan karena atas eksistensi kedudukannya
5.Pemimpin yang tidak menerapkan Ade,Bicara,Rapang,Wari, dan Sara
6.Pemimpin yang lupa padahal ingat
7.Pemimpin yang memaksakan kehendak
8.Pemimpin yang pura-pura tidak tahu padahal tahu

Demikian kilas balik tentang kepemimpinan leluhur yang dapat dijadikan sebagai reflektor dalam menata kehidupan rakyat menurut sang Kajao. –
(Mursalim-Teluk Bone)

KOMENTAR ANDA

Please enter your comment!
Please enter your name here