Puisi : Awe … Kasi;na

5

Awe … Kasi’na
Tubuh-tubuh kaku terbujur sunyi
Ruh-ruh suci mengumbar lara
Terpancang tonggak bisu tak bernama
Kini mulai rebah tak terlirik

Awe … Kasi’na
Tanah Bangkala’e tanpa bertabur bunga
Tapi rela hati pahlawan terbaring di pusara
Ketika kejam peperangan merobek damai sepi
Kau pikul kalewang tanpa dipinta
Melawan penindasan dan penjajahan si mata pute
Demi bumi anak cucumu

Awe … Kasi’na
Ketika tangan tangan masih mampu menepis rontak
Jantung berdetak hati berderak
Kau pekikkan satu tekad:
“Tellabu Essoe ri Tengnga Bitarae”
Kau biarkan di sekujur tubuhmu
Luka nganga bertaut sendiri
Darahmu mengalir, Sunge’mu luluh lantak
kau korbankan milikmu,hidupmu apa lagi

Awe … Kasi’na
Biarkan aku menangis
Embun kelopak mata gugur satu-satu
Jatuh ke bumi
Aku terlambat mengalungkan bunga di lehermu
Namun izinkan kusematkan bintang jasa di pusaramu
Kau berlalu tanpa meminta balas jasa.

Awe … Kasi’na
Ijinkan aku seka darah di luka tubuhmu
Aku ingin hapus debu di telanjang kakimu
Tanda rasa hormat dan terima kasihku

Awe … Kasi’na
Di atas pusaramu
Kutaburkan wangi bunga-bunga tenrita
Dan kuteteskan haru air mata
Maafkan cucumu
Sebagian besar diserang penyakit LUPA
Bone, 6 April 2012
Coretan Gundah Gulana

(Gita-Teluk Bone)

BAGIKAN
Berita berikutnyaPuisi : Pantai Sepi

KOMENTAR ANDA

Please enter your comment!
Please enter your name here