RATU BONE KE-17 WE BATARITOJA, 1714-1715

0
12
WE BATARITOJA, DATU TALAGA ARUNG TIMURUNG, SULTANAH ZAINAB ZULKIYAHTUDDIN, 1714-1715,  Menggantikan ayahnya La Patau Matanna Tikka menjadi Mangkau’ ri Bone, karena dialah yang dipesankan oleh ayahnya sebelum meninggal dunia. Di samping sebagai Arumpone, Bataritoja juga sebagai Datu Luwu dan Datu Soppeng. Sebelumnya Bataritoja diangkat sebagai Arung Timurung, nanti setelah diangkat menjadi Arumpone, barulah Timurung diserahkan kepada adiknya yang bernama We Patimana Ware. We Patimana Ware inilah disamping sebagai Arung Timurung, juga sebagai Datu Citta.

Bataritoja diangkat menjadi Mangkau’ ri Bone pada tanggal 17 Oktober 1704 Masehi. dan diberi gelar Sultanah Zaenab Zakiyatuddin. Bataritoja menikah dengan Sultan Sumbawa yang bernama Mas Madinah. Tetapi perkawinan itu tidak berlangsung lama akhirnya bercerai sebelum melahirkan anak. Pernikahan ini memang hanya memenuhi pesan La Tenritatta Petta To RisompaE semasa hidupnya yang menghendaki Bataritoja dikawinkan dengan Sultan Sumbawa Mas Madinah. Bataritoja resmi diceraikan oleh Mas Madinah pada tanggal 27 Mei 1708 Masehi.

Sultan Sumbawa kemudian kawin di Sidenreng dengan perempuan yang bernama I Rakiyah Karaeng Agangjenne. Pernikahannya itu membuat Bataritoja marah, I Rakiyah dikeluarkan sebagai Karaeng Agangjenne, sehingga pergi ke Sumbawa bersama suaminya. Perkawinan I Rakiyah dengan Sultan Sumbawa Mas Madinah melahirkan seorang anak perempuan yang bernama I Sugiratu. Karaeng Agangjenne adalah anak mattola (pewaris) dari La Malewai Arung Berru. I Rakiyah Karaeng Agangjenne adalah anak dari La Malewai Arung Berru Addatuang Sidenreng dengan isterinya yang bernama I Sabaro anak Karaeng Karunrung Tu Mammenanga ri Ujungtana.

Bataritoja Daeng Talaga lahir pada tahun 1668 Masehi, kemudian diangkat menjadi Mangkau’ di Bone pada tanggal 19 September 1714 Masehi dalam usia 46 tahun. Karena pada saat itu banyak upaya-upaya dari orang lain untuk menghalanginya, maka Bataritoja menyerahkan kepada saudaranya yang berada di Gowa. Bataritoja minta perlindungan kepada saudaranya yaitu La Pareppai To Sappewali SombaE ri Gowa. Sementara akkarungengE ri Bone diserahkan kepada saudaranya yang bernama La Padassajati, Toappeware, Petta Rijalloe.

La Padassajati disetujui oleh Adat bersama Arung PituE untuk menjadi Arumpone menggantikan saudaranya Bataritoja Datu Talaga.