Home / Raja-Raja Bone

Raja-Raja Bone

RAJA BONE KE-1 MANURUNGE RI MATAJANG, 1330-1365

Dalam Lontara’ disebutkan, bahwa setelah habisnya turunan PUATTA MENRE-E RI GALIGO, keadaan negeri-negeri diwarnai dengan kekacauan. Hal ini disebabkan karena tidak adanya arung (raja) sebagai pemimpin yang mengatur tatanan kehidupan bermasyarakat. Terjadilah perang kelompok-kelompok anang (perkauman) yang berkepanjangan (Bugis = Sianrebale). Kelompok-kelompok masyarakat saling bermusuhan dan berebut kekuasaan. Kelompok yang …

Read More »

RAJA BONE KE-2 LA UMMASA, 1365-1368

LA UMMASA menggantikan ManurungE ri Matajang sebagai Mangkau’ di Bone. Setelah La Ummasa meninggal maka digelarlah To Mulaiye Panreng (orang yang mula-mula dikuburkan). Mangkau’ ini hanya dinaungi dengan kaliyao (tameng) kalau dia bepergian untuk melindungi dari teriknya matahari. Hal ini dilakukan karena tidak ada lagi payung di Bone. La Ummasa …

Read More »

RAJA BONE KE-3 LA SALIYU KORAMPELUA, 1368-1470

LA SALIYU  KORAMPELUA, 1368-1470 menggantikan pamannya menjadi Arumpone. Kedudukannya ini diterima dari pamannya sejak berusia satu malam (masih bayi). Kalau ada sesuatu yang akan diputuskan maka To Suwalle yang memangkunya menjadi juru bicaranya. Kemudian yang bertindak selaku Makkedang Tana adalah To Sulewakka. Ketika memasuki usia dewasa, barulah La Saliyu Karampeluwa …

Read More »

RATU BONE KE-4 WE BANRIGAU, 1470-1510

WE BANRIGAU, 1470-1510, menggantikan ayahnya La Saliyu Karampeluwa sebagai Mangkau’ di Bone. We Banrigau digelar pula Bissu Lalempili dan Arung Majang. Ketika menjadi Mangkau’ di Bone, We Banrigau menyuruh Arung Katumpi yang bernama La Datti untuk membeli Bulu’ Cina (gunung Cina) senilai 90 ekor kerbau jantan. Akhirnya gunung yang terletak …

Read More »

RAJA BONE KE-5 LA TENRISUKKI, 1510-1535

LA TENRISUKKI, 1510-1535, Inilah Mangkau’ di Bone yang diserang oleh Datu Luwu yang bernama Dewa Raja yang digelar Batara Lattu. Mula-mula orang Luwu mendarat di Cellu dan disitulah membuat pertahanan. Sementara orang Bone berkedudukan di Biru-biru. Adapun taktik yang dilakukan oleh orang Bone adalah memancing orang Luwu dengan beberapa perempuan. …

Read More »

RAJA BONE KE-6 LA ULIYO BOTE-E, 1535-1569

LA ULIYO BOTE-E, 1535-1569, menggantikan ayahnya La Tenri Sukki sebagai Mangkau’ di Bone. Digelar Bote’E karena dia memiliki postur tubuh yang subur (gempal). Konon sewaktu masih kanak-kanak ia sudah kelihatan besar dan kalau diusung, pengusung lebih dari tujuh orang. La Uliyo dikenal suka menyabung ayam, kawin dengan We Tenri Wewang …

Read More »

RAJA BONE KE-7 LA TENRIRAWE BONGKANGE, 1560-1564

LA TENRIRAWE BONGKANGE, 1560-1564, menggantikan ayahnya La Uliyo Bote’E menjadi Arumpone. La Tenri Rawe kawin dengan We Tenri Pakiu Arung Timurung MaccimpoE anak dari La Maddussila dengan isterinya We Tenri Lekke. La Tenri Rawe dengan isterinya Arung Timurung melahirkan anak yang bernama ; La Maggalatung, inilah yang dipersiapkan untuk menjadi …

Read More »

RAJA BONE KE-8 LA INCA, 1564-1565

LA INCA, 1564-1565, Menggantikan saudaranya La Tenri Rawe sebagai Arumpone. Kedudukan ini memang telah diserahkan ketika La Tenri Rawe masih hidup. Bahkan La Tenri Rawe berpesan kepadanya agar nanti kalau sampai ajalnya, La Inca dapat mengawini iparnya (isteri La tenri Rawe) yaitu We Tenri Pakiu Arung Timurung. Setelah menjadi Mangkau’, …

Read More »

RAJA BONE KE-9 LA PATTAWE, 1565-1602

LA PATTAWE, 1565-1602, Menggantikan sepupunya La Inca sebagai Mangkau’ di Bone. Dikumpulkanlah seluruh orang Bone oleh Arung Majang. Kepada orang banyak, Arung Majang berkata ; “Inilah cucuku yang bernama La Pattawe yang kita sepakati menggantikan sepupunya”. La Pattawe adalah anak La Panaongi To Pawawoi Arung Palenna saudara kandung La Tenri …

Read More »

RATU BONE KE-10, WE TENRITUPPU, 1602-1611

WE TENRITUPPU, 1602-1611, Menggantikan ayahnya menjadi Arumpone. Inilah Mangkau’ yang mula-mula mengangkat Arung Pitu (tujuh pemegang adat) di Bone. Ketujuh Matowa (Kepala Wanuwa) yang ditunjuk, adalah ; Matowa Tibojong (Arung Tibojong), Matowa Ta’ (Arung Ta’), Matowa Tanete (Arung Tanete), Tanete dipecah menjadi Tanete Riattang dan Tanete Riawang, Matowa Macege (Arung …

Read More »